KONTAN.CO.ID - KYIV. Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke Kyiv, Ukraina, menggunakan drone dan rudal pada Selasa (8/9/2026). Serangan ini terjadi setelah jeda selama tiga hari yang berlangsung saat utusan Amerika Serikat (AS) melakukan kunjungan dan pembicaraan dengan pemerintah Ukraina. Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan sedikitnya lima orang tewas dalam serangan tersebut. Layanan darurat Ukraina juga melaporkan 35 orang terluka.
"Kyiv meledak dan terbakar," kata Duta Besar Uni Eropa untuk Ukraina Katarina Mathernova dalam unggahan di media sosial.
Baca Juga: Rusia Gencarkan Serangan ke Pelabuhan Laut Hitam Ukraina, Tiga Orang Tewas Serangan semalam memicu kebakaran di sejumlah distrik di ibu kota Ukraina. Sedikitnya 14 gedung bertingkat, asrama, sekolah, klinik, gudang, dan sejumlah fasilitas lainnya mengalami kerusakan. Dua orang tewas dalam serangan terhadap sebuah gudang, sehingga total korban tewas di Kyiv mencapai lima orang. Sebuah gedung stasiun televisi Ukraina juga mengalami kerusakan sebagian akibat serangan drone Rusia. Serangan kembali terjadi setelah utusan AS Jared Kushner dan Steve Witkoff meninggalkan Kyiv pada Minggu. Keduanya bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam upaya pemerintahan Presiden Donald Trump mendorong penghentian perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sekitar 4,5 tahun. Sebelumnya, Rusia dan Ukraina menghentikan serangan terhadap ibu kota masing-masing selama tiga hari untuk menjamin keamanan kunjungan para utusan AS.
Baca Juga: Rusia Gempur Ukraina, 16 Orang Tewas dan Zelenskiy Desak Tambahan Rudal Patriot Namun, setelah jeda tersebut berakhir, serangan kembali meningkat. Ukraina kini mendesak negara-negara sekutunya mempercepat pengiriman rudal pencegat untuk menghadapi serangan rudal balistik Rusia. Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan persediaan rudal pencegat Ukraina telah berada pada tingkat yang sangat kritis. Zelenskiy juga menyebut serangan terbaru sebagai serangan kompleks yang dirancang untuk menimbulkan korban jiwa sebanyak mungkin. Angkatan Udara Ukraina mengklaim berhasil menembak jatuh hampir seluruh rudal jelajah Rusia serta dua rudal balistik. Namun, rudal balistik masih menjadi ancaman karena relatif sulit dicegat. Serangan Rusia juga menyasar sejumlah wilayah lain di Ukraina. Di wilayah Sumy, hampir 100 orang dievakuasi setelah drone Rusia menghantam sebuah kereta. Kereta komuter lain juga terkena serangan dan menyebabkan sejumlah penumpang mengalami luka akibat serpihan. Di Zaporizhzhia, seorang pekerja kereta api tewas setelah serangan drone Rusia menghantam kereta penumpang. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi.
Baca Juga: Pesawat Kargo Amazon Prime Air Kecelakaan di Miami, 5 Orang Tewas Serangan lainnya terjadi di wilayah Odesa, Kyiv, Nikopol, dan Kherson. Sejumlah warga tewas dan terluka akibat serangan di wilayah-wilayah tersebut. Serangan juga berdampak hingga ke wilayah Moldova yang berbatasan dengan Ukraina. Otoritas Moldova mengatakan sebuah drone Rusia membakar lahan, sementara drone lainnya sempat memasuki wilayah udara Moldova selama 17 menit sebelum masuk ke wilayah udara Rumania. Intensitas serangan jarak jauh antara Rusia dan Ukraina memang meningkat ketika kondisi garis depan relatif tidak banyak berubah.
Ukraina sebelumnya menyasar fasilitas minyak Rusia dan gudang perusahaan ritel daring untuk meningkatkan biaya ekonomi bagi Moskow dalam melanjutkan perang. Rusia dan Ukraina sama-sama membantah menargetkan warga sipil dalam serangan mereka.
Baca Juga: Serangan Drone Ukraina Meluas, Satu Orang Tewas di Krimea Di Rusia, drone Ukraina dilaporkan merusak infrastruktur sipil di Saratov. Serangan Ukraina di Crimea yang dianeksasi Rusia serta wilayah Bryansk dan Kursk juga dilaporkan menewaskan lima orang.