Rusia Lancarkan Serangan Skala Besar ke Ukraina Jelang Perayaan Victory Day



KONTAN.CO.ID - KYIV. Rusia melancarkan serangan skala besar ke Ukraina pada hari Senin (8/5). Serangan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan Rusia menyambut perayaan Victory Day, atau perayaan kekalahan Nazi Jerman.

Dilansir dari Reuters, Setidaknya lima orang terluka akibat serangan Rusia di Kyiv. Rudal Rusia menghancurkan gudang bahan makanan di kota Odesa. Ledakan juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Ukraina lainnya.

Walikota Kyiv, Vitali Klitschko, melaporkan bahwa tiga orang terluka dalam ledakan di distrik Solomyanskyi dan dua lainnya terluka ketika puing-puing drone Rusia jatuh ke distrik Sviatoshyn. Dua distrik tersebut berada di barat pusat ibu kota.


Baca Juga: Dmitry Medvedev Serukan Eliminasi Terhadap Zelensky Pasca Serangan Drone di Kremlin

Sementara itu, otoritas militer Kyiv mengatakan puing-puing drone jatuh di landasan Bandara Zhuliany. Meski tidak menyebabkan kerusakan fatal, namun tim penyelamat darurat tetap bekerja di lokasi.

"Kemungkinan akibat puing-puing yang berjatuhan di atas mobil yang diparkir di pekarangan sebuah bangunan tempat tinggal, mobil tersebut terbakar. Tercatat jatuhnya puing-puing di sebuah bangunan tempat tinggal," kata pihak militer lewat saluran Telegram.

Belum jelas berapa banyak drone Rusia yang diluncurkan di Kyiv.

Kepada Reuters, sejumlah saksi mata mengatakan mereka telah mendengar banyak ledakan di Kyiv. Pejabat setempat mengatakan bahwa sistem pertahanan udara menangkis serangan tersebut.

Baca Juga: Serangan Makin Intensif, Rusia Disebut Ingin Rebut Bakhmut pada 9 Mei 2023

Setelah peringatan serangan udara berbunyi selama berjam-jam di sekitar dua pertiga wilayah Ukraina, ada juga laporan media tentang suara ledakan di wilayah selatan Kherson dan di wilayah Zaporizhzhia di tenggara.

Perayaan Victory Day merupakan hari libur untuk memperingati keberhasilan Soviet mengalahkan Nazi Jerman tahun 1945.

Victory Day kerap digunakan Presiden Vladimir Putin untuk membangkitkan semangat tentara Rusia. Selama operasi militer di Ukraina, Putin menjadikan perayaan ini untuk menyatakan bahwa Rusia akan mengalahkan Ukraina yang diduga berada dalam cengkeraman inkarnasi baru Nazisme.