Rusia Larang Ekspor Bahan Bakar Pesawat hingga November 2026



KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Pemerintah Rusia resmi melarang ekspor bahan bakar pesawat (jet fuel) hingga 30 November 2026. Kebijakan tersebut diumumkan pada Senin (1/6/2026) sebagai langkah untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik di tengah berlanjutnya serangan Ukraina terhadap kilang minyak dan infrastruktur energi Rusia.

Larangan ekspor ini menjadi bagian dari upaya Moskow mengantisipasi gangguan produksi bahan bakar yang semakin sering terjadi akibat serangan drone Ukraina ke fasilitas energi strategis di berbagai wilayah Rusia.

Rusia selama ini mengekspor bahan bakar pesawat terutama melalui jalur kereta api ke sejumlah negara di Asia Tengah, termasuk Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, dan Uzbekistan.


Dalam pernyataan resminya, pemerintah Rusia menyebut kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan pasar energi dalam negeri.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 3% di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

"Tujuan dari keputusan ini adalah untuk memastikan stabilitas di pasar bahan bakar domestik," demikian pernyataan pemerintah Rusia.

Sebelumnya, Rusia juga telah memberlakukan pembatasan ekspor bensin. Namun hingga saat ini pemerintah belum mengambil langkah serupa terhadap ekspor diesel.

Meski demikian, kantor berita Interfax pekan lalu melaporkan bahwa otoritas Rusia tengah mempertimbangkan sejumlah langkah tambahan terkait perdagangan diesel di tengah tekanan terhadap produksi dalam negeri.

Data Reuters yang dirilis pada Jumat (29/5/2026) menunjukkan produksi diesel Rusia turun sekitar 10% pada Mei 2026. Penurunan tersebut memperpanjang tren pelemahan setelah produksi diesel juga merosot sekitar 10% secara bulanan pada April 2026.