KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Pemerintah Rusia memperingatkan akan mengambil langkah balasan apabila Finlandia benar-benar membuka kemungkinan penempatan senjata nuklir di wilayahnya. Moskow menilai rencana tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan keamanan di Eropa sekaligus mengubah peta strategi pertahanan di kawasan. Pemerintah Finlandia sebelumnya menyatakan tengah menyiapkan rencana untuk mencabut larangan lama terkait penempatan senjata nuklir di wilayahnya.
Jika aturan itu dicabut, langkah tersebut dapat membuka peluang bagi sekutu NATO untuk menempatkan senjata nuklir di Finlandia pada masa perang.
Baca Juga: Daftar 9 Negara Pemilik Senjata Nuklir: Siapa Terkuat dan Berapa Jumlahnya? Langkah ini dipandang memiliki implikasi besar terhadap stabilitas keamanan regional. Finlandia memiliki perbatasan panjang dengan Rusia, sehingga perubahan kebijakan pertahanan negara Nordik itu berpotensi memicu respons strategis dari Moskow dan meningkatkan risiko perlombaan keamanan di kawasan Eropa Utara. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan Rusia akan mengambil tindakan jika penempatan senjata nuklir benar-benar terjadi. “Pernyataan ini mengarah pada eskalasi ketegangan di benua Eropa,” kata Peskov. Ia menilai kebijakan tersebut justru membuat Finlandia lebih rentan secara keamanan. Menurutnya, jika senjata nuklir ditempatkan di wilayah Finlandia, negara itu secara langsung akan dianggap sebagai ancaman oleh Rusia.
Baca Juga: AS Dorong Perjanjian Pengendalian Senjata Nuklir Baru Usai New START Berakhir “Dengan menempatkan senjata nuklir di wilayahnya, Finlandia mulai mengancam kami. Jika Finlandia mengancam kami, maka kami akan mengambil langkah yang diperlukan,” tegasnya. Perubahan sikap Finlandia terhadap isu nuklir tidak terlepas dari dinamika keamanan yang berkembang di Eropa sejak pecahnya perang di Ukraina.
Invasi Rusia ke Ukraina serta ketidakpastian kebijakan keamanan Amerika Serikat mendorong sejumlah negara Eropa meninjau kembali strategi pertahanan mereka, termasuk peran senjata nuklir dalam sistem keamanan kolektif. Secara historis, Finlandia menjaga posisi netral selama era Perang Dingin. Namun setelah konflik Ukraina, negara tersebut memutuskan bergabung dengan NATO pada 2023 sebagai langkah memperkuat perlindungan keamanan.
Baca Juga: Isyarat Uji Senjata Nuklir Trump Tuai Kecaman: Langkah yang Membuat Dunia Tak Aman Rencana pencabutan larangan penempatan senjata nuklir menjadi salah satu langkah terbaru yang menandai perubahan signifikan dalam kebijakan pertahanan Finlandia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Eropa.