Rusia Sebut Serangan Trump ke Venezuela Ilegal dan Destabilisasi



KONTAN.CO.ID - Sejumlah politisi Rusia menilai tindakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Venezuela sebagai langkah yang melanggar hukum internasional dan berpotensi mengguncang stabilitas global.

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan, aksi Trump memang ilegal, namun mencerminkan konsistensi kebijakan Amerika Serikat dalam membela kepentingan nasionalnya secara keras.

Baca Juga: Efek Domino Larangan Trump: Negara-Negara Afrika Tutup Pintu Total bagi Warga AS


“Ia bertindak secara internal konsisten. Meski jelas melanggar hukum, Trump dan timnya membela kepentingan nasional AS dengan cara yang sangat tegas,” ujar Medvedev kepada kantor berita TASS, Minggu (4/1/2026).

Trump sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan ke Venezuela serta menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, sebelum membawa mereka keluar dari negara tersebut.

Pernyataan itu memicu reaksi internasional serta dorongan untuk menggelar pembahasan darurat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Medvedev menilai ASmemandang Amerika Latin sebagai “halaman belakangnya” dan menyebut motif utama Washington adalah mengamankan pasokan minyak Venezuela.

“Motivasi utama Paman Sam selalu sederhana: pasokan milik orang lain,” kata Medvedev.

Ia menambahkan, apabila operasi semacam itu dilakukan terhadap negara yang lebih kuat, tindakan tersebut akan dianggap sebagai deklarasi perang.

Senada dengan Medvedev, Senator Rusia Alexei Pushkov, yang juga Ketua Komisi Kebijakan Informasi Dewan Federasi, mengatakan dampak nyata dari operasi tersebut belum tentu sebanding dengan efek dramatis pernyataan Trump.

“Tindakan dan pernyataan Trump memang mencolok, tetapi efektivitasnya adalah persoalan lain,” tulis Pushkov melalui aplikasi Telegram.

Pushkov membandingkan situasi ini dengan klaim kemenangan dini Amerika Serikat di Irak, Afghanistan, dan Libya, yang menurutnya justru berujung pada kekalahan atau krisis berkepanjangan.

Baca Juga: Rudal Hipersonik Korut Meluncur ke Laut Timur, Pesan untuk AS?

Menurut Pushkov, serangan AS ke Venezuela dan penangkapan presidennya telah melanggar norma internasional serta membuat dunia resah, seolah mengembalikan tatanan global ke era “imperialisme liar abad ke-19”.

“Namun apa hasil akhirnya? Apakah ‘kemenangan’ ini tidak justru berubah menjadi bencana?” ujarnya.

Rusia selama ini dikenal memiliki hubungan erat dengan Venezuela, terutama di sektor energi, kerja sama militer, dan hubungan politik tingkat tinggi. Moskow juga secara konsisten memberikan dukungan diplomatik kepada Caracas dalam upaya memperkuat perdagangan dan investasi bilateral.

Selanjutnya: Bursa Asia Kompak Menguat pada Perdagangan Senin (5/1) Pagi

Menarik Dibaca: Lengkapi Kebutuhan Rumah Tanpa Jauh-Jauh, Azko Buka Gerai di Batulicin