KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serangan Rusia menargetkan infrastruktur pelabuhan di distrik Izmail, wilayah Odesa, Ukraina bagian selatan, pada Senin (17/8/2026) dini hari waktu setempat. Otoritas Ukraina mengatakan serangan tersebut memicu kebakaran di kawasan pelabuhan. Namun, api yang muncul akibat serangan telah berhasil dipadamkan. Serangan terhadap Izmail menambah tekanan terhadap infrastruktur pelabuhan Ukraina yang memiliki peran penting dalam aktivitas perdagangan dan logistik negara tersebut.
Rusia Klaim Hantam Target Militer
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pasukannya telah menyerang sejumlah target militer di kawasan pelabuhan Izmail.
Baca Juga: Ekonomi China Kehilangan Momentum, Stimulus Kembali Jadi Sorotan Menurut kementerian tersebut, target yang diserang meliputi terminal sandar yang digunakan untuk membongkar kapal pengangkut kargo militer, hanggar yang menyimpan peralatan militer Barat, serta depot drone angkatan laut. Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen klaim Kementerian Pertahanan Rusia tersebut. Izmail berada tidak jauh dari perbatasan Ukraina dengan Rumania dan merupakan pelabuhan terbesar Ukraina yang berada di sepanjang Sungai Danube. Posisi Izmail menjadikannya salah satu titik penting bagi jalur logistik Ukraina, terutama setelah aktivitas sejumlah pelabuhan di kawasan Laut Hitam terdampak perang Rusia-Ukraina.
Kapal Berbendera Togo Rusak
Dalam serangan terpisah, Rusia mengatakan pasukannya juga telah menghantam sebuah kapal patroli dan tangki penyimpanan bahan bakar di wilayah Odesa.
Baca Juga: Trump Perintahkan Pengurangan Latihan Militer AS-Korea Selatan Gubernur setempat mengatakan sebuah kapal sipil berbendera Togo mengalami kerusakan dalam serangan tersebut. Empat orang dilaporkan terluka. Serangan ini menunjukkan risiko yang masih dihadapi infrastruktur pelabuhan dan pelayaran sipil di wilayah Odesa di tengah berlanjutnya perang Rusia-Ukraina. Wilayah Odesa merupakan salah satu pusat utama aktivitas pelabuhan Ukraina dan menjadi jalur penting bagi perdagangan serta pengiriman komoditas dari negara tersebut. Hingga laporan ini dibuat, belum ada informasi lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan pada fasilitas pelabuhan Izmail maupun kondisi terbaru dari empat orang yang terluka dalam serangan di Odesa tersebut.