KONTAN.CO.ID - Rusia menyatakan siap mengevakuasi stafnya dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran apabila situasi keamanan mengharuskan langkah tersebut. Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal Rosatom, perusahaan nuklir milik negara Rusia, Alexei Likhachev, seperti dikutip kantor berita negara TASS, Kamis (29/1/2026). PLTN Bushehr merupakan satu-satunya fasilitas nuklir Iran yang saat ini beroperasi dan dibangun oleh Rusia.
Baca Juga: Belanja Modal Tesla Naik Lebih dari Dua Kali Lipat, Fokus ke Robot dan Mobil Otonom Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengatakan ratusan warga Rusia bekerja di fasilitas tersebut. Selain itu, Rusia juga tengah membangun sejumlah fasilitas nuklir tambahan di lokasi yang sama. Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu, meski serangan tersebut tidak menyasar Bushehr. Saat itu, Likhachev memperingatkan bahwa serangan terhadap PLTN Bushehr dapat memicu bencana besar yang sebanding dengan tragedi nuklir Chernobyl pada 1986. Pada Rabu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak Iran untuk berunding dan menyepakati kesepakatan yang mencakup penolakan terhadap pengembangan senjata nuklir.
Baca Juga: Defisit Perdagangan AS Melebar November 2025, Catat Kenaikan Hampir dalam 34 Tahun Trump memperingatkan bahwa serangan AS berikutnya akan jauh lebih besar jika Iran tidak bersedia berkompromi. Likhachev menegaskan Rusia berharap seluruh pihak yang terlibat konflik tetap menghormati komitmen untuk menjaga keamanan wilayah Bushehr. Namun, ia memastikan Moskow telah menyiapkan langkah antisipatif. “Kami sungguh berharap semua pihak mematuhi komitmen mereka terkait keutuhan dan keamanan wilayah ini. Namun kami terus memantau situasi dan, bersama Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Pertahanan, siap melakukan evakuasi bila diperlukan,” ujar Likhachev.
Iran secara konsisten membantah tuduhan bahwa negaranya mengembangkan senjata nuklir. Rusia pun menyatakan dukungannya terhadap hak Iran untuk memanfaatkan energi nuklir untuk tujuan damai.