Rusia Tegas: Sanksi AS Takkan Hentikan Proyek Minyak di Venezuela



KONTAN.CO.ID - Pemerintah Rusia menegaskan bahwa aset minyak yang mereka kembangkan di Venezuela adalah milik Rusia dan Moskow akan tetap melanjutkan aktivitasnya di negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan pada Selasa (13/1/2026), sebagai respons atas klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut AS memiliki kendali atas Venezuela.

Reuters memberitakan, perusahaan Roszarubezhneft menyatakan seluruh asetnya di Venezuela merupakan milik Rusia dan perusahaan akan tetap menjalankan komitmennya kepada para mitra internasional di negara Amerika Selatan itu. Hal tersebut dilaporkan kantor berita TASS.

Roszarubezhneft, yang berada di bawah unit Kementerian Pembangunan Ekonomi Rusia, didirikan pada 2020. Tak lama setelah itu, perusahaan ini mengambil alih aset-aset Rusia di Venezuela yang sebelumnya dimiliki oleh perusahaan minyak negara Rosneft. Langkah ini dilakukan setelah Washington menjatuhkan sanksi terhadap dua unit Rosneft karena memperdagangkan minyak Venezuela.


Dalam pernyataannya, Roszarubezhneft menegaskan bahwa seluruh asetnya di Venezuela adalah “milik negara Rusia” dan dikelola sesuai dengan hukum Venezuela, hukum internasional, serta perjanjian bilateral antara kedua negara.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Ditutup Menguat 2% Didukung Potensi Gangguan Pasokan dari Iran

Putin Belum Beri Komentar soal Penangkapan Maduro

Donald Trump secara terbuka menyatakan ambisinya untuk menguasai cadangan minyak Venezuela, yang merupakan terbesar di dunia, bersama perusahaan-perusahaan minyak AS. 

Klaim itu muncul setelah penangkapan dan pemenjaraan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang oleh Trump disebut sebagai diktator pengedar narkoba yang bersekutu dengan musuh-musuh Washington.

Maduro sendiri telah menyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut.

Amerika Serikat juga dilaporkan menyita sebuah kapal tanker berbendera Rusia yang terkait dengan Venezuela, setelah pengejaran selama beberapa pekan.

Presiden Rusia Vladimir Putin sejauh ini belum memberikan komentar publik terkait operasi AS di Venezuela. Namun, Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak Trump untuk membebaskan Maduro dan menyerukan penyelesaian melalui dialog.

Rusia telah lama menjalin hubungan erat dengan Venezuela, mencakup kerja sama di sektor energi, hubungan militer, serta kontak politik tingkat tinggi. Moskow juga secara konsisten memberikan dukungan diplomatik kepada Caracas selama bertahun-tahun.

Tonton: Krisis The Fed Jerome Powell Terjerat Ancaman Dakwaan Pidana

Pada November lalu, Majelis Nasional Venezuela menyetujui perpanjangan selama 15 tahun atas kerja sama usaha patungan antara perusahaan minyak negara PDVSA dan unit Roszarubezhneft Rusia yang mengelola dua ladang minyak di wilayah barat Venezuela.

Selanjutnya: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Simak Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Rabu (14/1)

Menarik Dibaca: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Simak Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Rabu (14/1)