KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemangkasan produksi minyak Rusia rupanya tak sesuai harapan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Hal ini jelas membuat harga minyak menyentuh level rendah pada perdagangan kini. Mengutip Bloomberg, Rabu (5/12) pukul 17.19 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman Januari 2019 tercatat melemah. Harga minyak WTI harus turun 0,63% menjadi US$ 52,91 per barel. Sementara dalam sepekan harga minyak WTI naik 5,20% karena pekan lalu, harga minyak masuk dalam level terendah yaitu US$ 50,29 per barel. Analis Asia Trade Tradepoint Futures, Deddy Yusuf Siregar mengatakan pemangkasan produksi minyak di Rusia tidak sesuai dengan harapan OPEC. Ia melihat Rusia diperkirakan hanya memangkas produksi minyak sebesar 140.000 barel per hari. Sementara OPEC menginginkan Rusia memangkas produksi minyak sebesar 250.000 sampai 300.000 barel per hari.
Rusia tidak kompak memangkas produksi, harga minyak melorot lagi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemangkasan produksi minyak Rusia rupanya tak sesuai harapan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Hal ini jelas membuat harga minyak menyentuh level rendah pada perdagangan kini. Mengutip Bloomberg, Rabu (5/12) pukul 17.19 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman Januari 2019 tercatat melemah. Harga minyak WTI harus turun 0,63% menjadi US$ 52,91 per barel. Sementara dalam sepekan harga minyak WTI naik 5,20% karena pekan lalu, harga minyak masuk dalam level terendah yaitu US$ 50,29 per barel. Analis Asia Trade Tradepoint Futures, Deddy Yusuf Siregar mengatakan pemangkasan produksi minyak di Rusia tidak sesuai dengan harapan OPEC. Ia melihat Rusia diperkirakan hanya memangkas produksi minyak sebesar 140.000 barel per hari. Sementara OPEC menginginkan Rusia memangkas produksi minyak sebesar 250.000 sampai 300.000 barel per hari.