Rusia Tolak Menjual Minyak ke Negara dengan Kriteria Ini, Apakah Indonesia Termasuk?



KONTAN.CO.ID - Federasi Rusia diketahui mengeluarkan maklumat terbarunya mengenai ketentuan bagi negara lain yang hendak membeli minyak darinya.

Kriteria negara yang diperbolehkan membeli minyak dari Moskow ialah tak menggunakan skema pembatasan harga yang diberlakukan oleh Uni Eropa, G7, dan Australia pada akhir tahun 2025.

"Berdasarkan mekanisme tersebut, perusahaan dari negara-negara peserta hanya dapat mengangkut atau mengasuransikan minyak Rusia jika harganya tetap di bawah US$ 60 (sekitar Rp 1.020.060, kurs Rp 16.900) per barrel," lapor Xinhua, Selasa (31/3/2026).


Jepang diketahui menjadi negara anggota G7 yang berminat membeli minyak dari Rusia, tapi terikat dengan skema pembatasan harga.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrei Rudenko tak menoleransi hal ini, negaranya hanya menjual minyak dengan harga mengikuti pasaran dunia meskipun yang membeli negara seperti Jepang.

"Situasi di pasar energi saat ini sangat fluktuatif, terjadi kekurangan dan peningkatan biaya sumber daya energi. Namun, pemerintah Jepang terikat oleh kewajiban untuk memberlakukan batas harga pada minyak asal Rusia, sebuah tindakan anti-pasar yang mengganggu rantai pasokan," jelas Rudenko dikutip dari Izvestia, Selasa (31/3/2026).

Pemerintah Rusia melihat pembatasan harga minyak darinya merupakan usaha provokatif karena kebijakan G7 dan Uni Eropa yang mendukung Ukraina.

Baca Juga: Harga BBM Indonesia Aman, Ini 5 Negara yang Justru Alami Kenaikan Drastis

"Seperti yang telah berulang kali dinyatakan, Rusia tidak akan memasok minyak ke negara-negara yang mendukung usaha provokatif ini," katanya.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

Rusia siap pasok minyak ke Indonesia

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergey Tolchenov mengatakan jika negaranya siap memasok minyak ke Indonesia bila Jakarta memintanya.

"Rusia siap mulai memasok minyak ke perusahaan milik negara Indonesia, Pertamina, jika Indonesia mengajukan permintaan ke Moskow," lapor TASS, Rabu (1/4/2026).

Kemudian, Tolchenov menyampaikan pihaknya fleksibel mengenai persyaratan pasokan minyak ke Indonesia.

Moskow menunggu proposal pembelian dari Indonesia.

"Rusia belum menerima permintaan resmi baik dari perusahaan negara maupun dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, tetapi tetap terbuka untuk membahas kemungkinan proposal.

Tolchenov meyakinkan bahwa Moskow siap menunjukkan fleksibilitas dalam menyepakati persyaratan pasokan," jelasnya.

Tonton: PM Singapura Peringatkan Risiko Krisis Energi Global, Harga Minyak Sudah Naik 60%

Diketahui, cadangan minyak Indonesia berada dalam posisi aman meski ada kemelut di Timur Tengah.

(Seto Ajinugroho, Teuku Muhammad Valdy Arief)

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/04/02/145147026/rusia-tak-akan-pasok-minyak-ke-negara-dengan-kriteria-berikut-ini-termasuk