RUU APBN 2027: Porsi SBN Dalam Pembiayaan Utang Makin Besar



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyepakati perubahan komposisi pembiayaan utang dalam Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027. 

Porsi pembiayaan melalui Surat Berharga Negara (SBN) neto meningkat, sementara pembiayaan melalui pinjaman mengalami penurunan.

Berdasarkan hasil kesepakatan dalam Rapat Banggar, Kamis (24/9), total pembiayaan utang tetap sebesar Rp876.272,3 miliar atau sekitar Rp 876,27 triliun.


Baca Juga: Proyek PSEL Danantara Berjalan, Pengelolaan Sampah Indonesia Memasuki Babak Baru

Namun, komposisinya berubah. Pembiayaan melalui SBN neto disepakati sebesar Rp 833,69 triliun. Angka tersebut meningkat Rp 53,75 triliun dibandingkan angka dalam Nota Keuangan (NK) dan RAPBN 2027 yang sebelumnya sebesar Rp 779,93 triliun.

Dengan demikian, SBN menyumbang sekitar 95,1% dari total pembiayaan utang 2027 berdasarkan angka kesepakatan.

Sebaliknya, pembiayaan melalui pinjaman neto dipangkas dari Rp 96,33 triliun menjadi Rp 42,57 triliun.

Artinya, pembiayaan melalui pinjaman berkurang Rp 53,75 triliun atau sekitar 55,8%.

Perubahan tersebut terutama berasal dari penurunan pinjaman luar negeri neto. Dalam NK dan RAPBN 2027, pinjaman luar negeri tercatat sebesar Rp 107,83 triliun. Angka tersebut kemudian disepakati turun menjadi Rp 54,07 triliun.

Sementara itu, pinjaman dalam negeri neto tidak mengalami perubahan, tetap sebesar negatif Rp 11,50 triliun.

Baca Juga: Hukuman Nadiem Makarim Dipangkas Jadi 9 Tahun, Uang Pengganti Rp 548 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News