Saat minyak turun, harga emas mendaki



SINGAPURA. Harga emas dunia mendaki setelah negara produsen utama minyak dunia gagal mencapai kata sepakat mengenai pembekuan produksi minyak (oil freeze).

Pembahasan oil freeze oleh anggota OPEC dan non OPEC bubar tanpa keputusan apapun setelah Arab Saudi menuntut Iran untuk turut serta dalam rencana tersebut.

Pasca pertemuan, harga minyak dunia pun dilanda aksi jual hingga merosot 6,8% menjadi US$ 37, 61 per barel. Sedangkan harga minyak Brent turun 7% menjadi US$ 40,10 sebarel.


Sebaliknya, harga emas dunia malah melaju. Pada pukul 0256 GMT, harga emas di pasar spot berada di level US$ 1.234 per troy ounce setelah sebelumnya melesat ke posisi US$ 1.239,30 per troy ounce.

"Ada sedikit aksi beli emas terkait safe haven. Tapi ada kecemasan mengenai kenaikan suku bunga AS. Adanya tarik menarik sentimen tersebut yang membuat harga emas bergerak flat," jelas Ronald Leung, chief dealer Lee Cheong Gold Dealers, Hong Kong.

Dia juga bilang, permintaan fisik emas masih sangat rendah dan tidak mampu menyokong reli emas.

Catatan saja, harga emas bergerak stabil setelah membukukan kenaikan kuartalan terbesar dalam 30 tahun terakhir pada tiga bulan yang berakhir Maret. Penyebabnya, ada ekspektasi The Fed akan melanjutkan rencananya untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini.

Sementara, aset pada SPDR Gold Trust naik 5,64 ton menjadi 812,46 ton pada Jumat (15/4). Ini merupakan kenaikan pertama dalam sepekan terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie