KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Toll Road (WTR) mencatat total volume kendaraan yang melintas di ruas tol WTR Group mencapai 5.800.329 kendaraan selama periode mudik dan balik Idulfitri 2026. Pada periode 11 Maret hingga 29 Maret 2026, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dan puncak arus balik pada 24 Maret 2026. Sekretaris Perusahaan PT Waskita Toll Road, Buyung I. Lukman, mengungkapkan
kinerja lalu lintas WTR Group pada periode Idul Fitri 2026 mencatat peningkatan sebesar 7,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Catat Kinerja yang Masih Stabil, Begini Rencana Kerja Prodia (PRDA) Untuk 2026 Adapun, volume lalu lintas pada masing-masing ruas tol WTR Group selama periode tersebut antara lain, Tol Pemalang – Batang: 4.005.228 kendaraan, Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu (Becakayu): 706.100 kendaraan, Tol Pasuruan – Probolinggo: 540.219 kendaraan, Tol Kayuagung – Palembang: 295.728 kendaraan, dan Tol Krian – Gresik: 253.054 kendaraan.
“Dari sisi keselamatan, WTR juga mencatat penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas yakni sekitar 37% dibandingkan periode Idul Fitri tahun sebelumnya dan secara umum tidak terdapat kejadian kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban jiwa. Penurunan ini menunjukkan peningkatan efektivitas pengelolaan lalu lintas serta penguatan aspek keselamatan pada ruas-ruas tol yang dikelola,” ungkap Buyung, dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Dia melanjutkan, penerapan diskon tarif pada sejumlah ruas tol WTR Group, seperti Tol Pemalang – Batang, Tol Kayuagung – Palembang, Tol Krian – Gresik, serta Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu (Becakayu) juga dinilai turut mendorong distribusi perjalanan yang lebih merata.
Dengan demikian, kepadatan pada waktu-waktu tertentu dapat ditekan sehingga turut mendukung pengaturan lalu lintas yang lebih efektif. Sejalan dengan peningkatan kinerja operasional tersebut, WTR Group memastikan layanan tetap berjalan optimal selama periode mudik dan arus balik, mulai dari kesiapan gardu tol, kelancaran transaksi, hingga layanan lalu lintas seperti patroli, derek, dan layanan darurat.
Upaya tersebut diperkuat melalui langkah antisipasi pada sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan, antara lain melalui penambahan rambu-rambu peringatan, imbauan keselamatan kepada pengguna jalan, serta penempatan personel siaga di lapangan.
WTR Group juga melakukan kampanye keselamatan berkendara melalui media seperti Variable Message Sign (VMS) dan spanduk di sepanjang ruas tol, serta meningkatkan kesiapsiagaan petugas selama periode Idul Fitri.
Baca Juga: Selama Mudik, Kendaraan yang Melintas di Tol Trans Sumatera Naik 84% “Selain itu, WTR Group juga memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan pemerintah setempat, termasuk dalam penerapan rekayasa lalu lintas serta penyediaan posko pelayanan di sekitar ruas tol guna mendukung pengamanan dan kenyamanan perjalanan pengguna jalan selama periode Idulfitri,” tutup Buyung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News