Saat rupiah menanti kebijakan Trump



JAKARTA. Pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) yang dimenangi oleh Donald Trump dari Partai Republik ikut menyeret nilai tukar rupiah. Di pasar spot, Rabu (9/11), valuasi rupiah terhadap dollar AS merosot 0,33% dibanding hari sebelumnya menjadi Rp 13.127. Tapi kurs tengah rupiah versi Bank Indonesia naik 0,05% menjadi Rp 13.084.

Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang Bank Mandiri, mengungkapkan, hasil pemilu AS menciptakan gejolak di pasar global. Nyaris semua katalis lain di pasar terabaikan karena fokus ke pemilu AS. Namun, karena dollar AS sempat melemah signifikan, rupiah tidak tertekan terlalu dalam.

Selanjutnya pidato dan kebijakan Trump di bidang ekonomi dan perdagangan akan disorot. "Selanjutnya sentimen domestik akan memberikan daya tahan bagi rupiah," kata Reny.


Agus Chandra, Research and Analyst Monex Investindo Futures, menilai hari ini rupiah masih berpeluang melemah. “Tapi paling tidak ekonomi Indonesia masih mampu menghadapi gejolak global,” kata Agus.

Hari ini, Agus memprediksi rupiah bergerak antara Rp 13.000–Rp 13.130. Sedang prediksi Reny, rupiah bergerak antara Rp 13.100–Rp 13.200.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie