JAKARTA. PT Acset Indonusa Tbk (ACST) tampaknya tidak akan bisa menikmati cuan yang cukup besar dari proyek-proyek infrastuktur pemerintah. Sebab, ACST lebih fokus pada di lini bisnis konstruksi dan pondasi bangunan pencakar langit atau highrise building. Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, upaya pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur tidak akan berdampak langsung pada ACST karena perseroan hanya memiliki lini bisnis di bidang pembangunan gedung-gedung pencakar langit. “ACST memang punya teknologi yang bagus di bidang highrise building, tapi itu berbeda dengan infrastruktur yang digenjot pemerintah,” katanya, Senin (16/2). Kendati demikian, tak lantas ACST tak mendampak dampak positif dari program-program pemerintah. Hans bilang, perseroan tetap menimati efek positif meskipun tidak langsung. Dia menjelaskan, dengan pembangunan infstruktur jalan, kawasan industri maka akan tercipta suatu kota-kota baru di Indonesia. Nah, dari sana akan muncul permintaan pembanguan gendung-gedung di kota-kota baru yang akan tercipta yang bisa disasar ACST. Analis Trimegah Securities Maria Renata juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya ACST tidak akan bisa menikmati cuan dari proyek-proyek pembangunan infrstruktur yang sedang didorong pemerintah. Pasalnya, pangsa pasar ACST berbeda dari emiiten kontruksi lain dengan fokus pada pebanguna hight rise building. “Sejak dulu hampir tidak ada proyek pemerintah, proyeknya adalah dari swasta.” Ujarnya. Edwin Sebayang, Kepala Riset MNC Securities mengatakan, ACST masih tetap memiliki peluang cerah dalam pembangunan infrastruktur. Dia bilang, perseroan bisa dengan mudah mendapatkan pekerja untuk proyek-proyek jembatan, jalan, dan pelabuhan karena sudah bergabung dengan Astra. “Yang penting dia sudah mampu meperhitungkan sakla untung ruginya, kalau penyedia tenaga kerja pasti bisa,” tambahnya.
Saham ACST diperkirakan tetap menjanjikan
JAKARTA. PT Acset Indonusa Tbk (ACST) tampaknya tidak akan bisa menikmati cuan yang cukup besar dari proyek-proyek infrastuktur pemerintah. Sebab, ACST lebih fokus pada di lini bisnis konstruksi dan pondasi bangunan pencakar langit atau highrise building. Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, upaya pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur tidak akan berdampak langsung pada ACST karena perseroan hanya memiliki lini bisnis di bidang pembangunan gedung-gedung pencakar langit. “ACST memang punya teknologi yang bagus di bidang highrise building, tapi itu berbeda dengan infrastruktur yang digenjot pemerintah,” katanya, Senin (16/2). Kendati demikian, tak lantas ACST tak mendampak dampak positif dari program-program pemerintah. Hans bilang, perseroan tetap menimati efek positif meskipun tidak langsung. Dia menjelaskan, dengan pembangunan infstruktur jalan, kawasan industri maka akan tercipta suatu kota-kota baru di Indonesia. Nah, dari sana akan muncul permintaan pembanguan gendung-gedung di kota-kota baru yang akan tercipta yang bisa disasar ACST. Analis Trimegah Securities Maria Renata juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya ACST tidak akan bisa menikmati cuan dari proyek-proyek pembangunan infrstruktur yang sedang didorong pemerintah. Pasalnya, pangsa pasar ACST berbeda dari emiiten kontruksi lain dengan fokus pada pebanguna hight rise building. “Sejak dulu hampir tidak ada proyek pemerintah, proyeknya adalah dari swasta.” Ujarnya. Edwin Sebayang, Kepala Riset MNC Securities mengatakan, ACST masih tetap memiliki peluang cerah dalam pembangunan infrastruktur. Dia bilang, perseroan bisa dengan mudah mendapatkan pekerja untuk proyek-proyek jembatan, jalan, dan pelabuhan karena sudah bergabung dengan Astra. “Yang penting dia sudah mampu meperhitungkan sakla untung ruginya, kalau penyedia tenaga kerja pasti bisa,” tambahnya.