KONTAN.CO.ID - Indeks Nikkei Jepang bergerak hampir datar pada Senin (24/8/2026) setelah turun hampir 4% sepanjang pekan lalu. Saham Korea Selatan turun 0,8% dan Taiwan melemah 0,5%. Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang juga turun 0,2%. Laporan keuangan Nvidia menjadi salah satu perhatian utama pasar pekan ini. Perusahaan chip tersebut dijadwalkan merilis laporan keuangan pada Rabu (26/8).
Mengutip
Reuters, analis memperkirakan pendapatan kuartalan Nvidia hampir dua kali lipat menjadi sekitar US$92 miliar. Proyeksi pendapatan setahun penuh berada di kisaran US$103 miliar hingga US$105 miliar. Ekspektasi tersebut sangat tinggi sehingga hasil Nvidia berpotensi memengaruhi saham sektor teknologi dan pasar secara lebih luas.
Baca Juga: Segera IPO di Hong Kong, Valuasi Shein Diproyeksi Capai US$ 27 Miliar Harga Minyak Turun Jelang Sanksi Iran
Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan mengumumkan rincian sanksi baru terhadap Iran pada Senin. Pasar juga mencermati Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dunia yang masih berada di bawah kendali Iran. Harga minyak Brent turun 1% menjadi US$93,43 per barel, sedangkan minyak mentah AS atau WTI turun 1,1% menjadi US$86,14 per barel. Brent sebelumnya naik 6,6% sepanjang pekan lalu.
Harga Emas Naik
Dolar AS melemah 0,8% terhadap sejumlah mata uang utama pada pekan lalu. Euro berada di US$1,1675, sedangkan dolar AS relatif stabil di 159 yen. Harga emas naik 0,4% menjadi US$4.623 per troy ounce. Sepanjang Agustus, emas telah menguat lebih dari 14%. Jika kenaikan tersebut bertahan hingga akhir bulan, Agustus akan mencatat kenaikan harga emas bulanan terbesar sepanjang sejarah.
Baca Juga: Emas Makin Berkilau, Capai Level Tertinggi dalam 3 Bulan di Pagi Ini (24/8) Investor Menanti Arah Suku Bunga AS
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh akan berbicara di Jackson Hole pada Jumat (28/8). Investor mengharapkan petunjuk mengenai kebijakan suku bunga menjelang rapat The Fed pada September. Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada 16 September sekitar 40%. Data inflasi AS yang dirilis pekan ini berpotensi mengubah perkiraan tersebut. Ekonom JPMorgan Bruce Kasman memperkirakan Warsh tidak akan memberikan petunjuk langsung mengenai keputusan The Fed. “Ada beberapa alasan untuk memperkirakan pasar akan kecewa,” kata Kasman, dikutip
Reuters. Inflasi inti AS diperkirakan berada di 3,3% pada Juli.
Dolar AS menguat 0,1% terhadap dolar Kanada menjadi 1,3784 dolar Kanada. Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan negaranya akan membalas tarif AS setelah pembicaraan perdagangan kedua negara menemui jalan buntu. Kanada akan mengenakan tarif terhadap sejumlah produk AS, termasuk baja, produk susu, peralatan rumah tangga, peralatan pertanian, pulp dan kertas, serta elektronik.
Baca Juga: Kanada Balas Tarif Trump, Perang Dagang dengan AS Kian Memanas