Saham bank BUKU IV kompak menguat, simak rekomendasi berikut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan saham emiten perbankan bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV mayoritas parkir di zona hijau pada akhir perdagangan Kamis (8/10). Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 0,43% ke harga Rp 28.900, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 0,96% ke harga Rp 3.150, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) turut meningkat 0,68% ke Rp 740.

Selanjutnya, saham PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) terbang 4,67% ke harga Rp 785 dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) melesat 0,90% ke harga Rp 2.240 per saham. Sementara saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) stagnan di Rp 4.670 dan Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi 1,80% ke Rp 5.450 per saham.

Analis Pilarmas Invesntindo Sekuritas Okie Ardiastama mengatakan, salah satu faktor yang mengerek saham-saham perbankan BUKU IV ialah pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja atau Omnibus Law. Menurut dia, harapan dari Omnibus Law terhadap perbaikan birokrasi investasi menjadi pemicu kenaikan harga saham-saham tersebut.


"Sebagai leading sektor, perbankan tentu mendapat dampak yang cukup besar apabila aliran investasi masuk, dapat memberikan trigger pemulihan ekonomi dalam negeri," ungkap Okie kepada Kontan.co.id, Kamis (8/10).

Baca Juga: Walau ada pandemi corona, banyak bank masih bisa naik kelas di tahun ini

Okie melihat, bank BUKU IV sejauh ini masih memiliki prospek yang cukup baik meskipun ada kenaikan kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) sepanjang semester pertama tahun ini. Hal tersebut tak lepas dari kondisi bisnis yang tertekan, sehingga mempengaruhi pembayaran kredit.

Walaupun begitu, dia bilang ada potensi perbaikan kinerja pada paruh kedua tahun ini seiring dengan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan penerapan PSBB jilid dua yang terbilang lebih baik ketimbang penerapan PSBB pada semester I 2020 yang lalu.

Sementara itu, Kepala Riset Samuel Sekuritas Suria Dharma menuturkan, kinerja perbankan masih akan tertekan walaupun ada relaksasi PSBB. Pasalnya, restrukturisasi kredit akibat pandemi masih akan mempengaruhi tingkat keuntungan perbankan.

Baca Juga: Percakapan belanja online di Twitter meningkat selama pandemi corona

Saham Pilihan

Editor: Wahyu T.Rahmawati