KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok 3,19% pada penutupan pada Kamis (18/6/2026) di level Rp 6.075 per saham. Penurunan sejalan dengan pergerakan saham emiten bank berkapitalisasi besar lainnya. Meski begitu, Analis Maybank Sekuritas Jeffrosenberg Chenlim dalam risetnya pada 18 Juni 2026 menilai BBCA tetap menjadi salah satu emiten terkuat di sektor perbankan Indonesia. Menurut dia, kekuatan utama BCA terletak pada basis pendanaan murah yang stabil (low-cost funding), pendapatan berbasis biaya (fee income) yang tangguh, serta posisi likuiditas yang sangat nyaman. “Kami mempertahankan buy untuk BBCA dan target harga Rp 8.800, didukung oleh pertumbuhan laba yang konsisten,” tulis Jeffrosenberg dalam riset tersebut. Dia menyebut, target harga di level Rp 8.800 per saham, berdasarkan valuasi 3,5 kali price-to-book value (P/BV) proyeksi tahun fiskal 2026.
Saham BBCA Drop ke Rp 6.075, Analis Sebut Masih Jadi Bank Terkuat Ditopang Dana Murah
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok 3,19% pada penutupan pada Kamis (18/6/2026) di level Rp 6.075 per saham. Penurunan sejalan dengan pergerakan saham emiten bank berkapitalisasi besar lainnya. Meski begitu, Analis Maybank Sekuritas Jeffrosenberg Chenlim dalam risetnya pada 18 Juni 2026 menilai BBCA tetap menjadi salah satu emiten terkuat di sektor perbankan Indonesia. Menurut dia, kekuatan utama BCA terletak pada basis pendanaan murah yang stabil (low-cost funding), pendapatan berbasis biaya (fee income) yang tangguh, serta posisi likuiditas yang sangat nyaman. “Kami mempertahankan buy untuk BBCA dan target harga Rp 8.800, didukung oleh pertumbuhan laba yang konsisten,” tulis Jeffrosenberg dalam riset tersebut. Dia menyebut, target harga di level Rp 8.800 per saham, berdasarkan valuasi 3,5 kali price-to-book value (P/BV) proyeksi tahun fiskal 2026.
TAG: