KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan saham big banks pada perdagangan Kamis (6/8/2026) cenderung bervariatif. Kondisi ini dinilai sebagai fase konsolidasi setelah reli yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pada sesi ini, Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,55% ke Rp 6.350 per saham, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 0,28% di level Rp 3.620, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 0,47% ke Rp 4.200 per saham. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berhasil ditutup menguat 0,66% ke Rp 3.040. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan mengatakan, penguatan saham perbankan sebelumnya sudah cukup tinggi sehingga wajar jika mulai terjadi aksi ambil untung (profit taking). Selain itu, pelaku pasar masih mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan arus dana asing yang secara umum masih membukukan aksi jual bersih (net sell). Baca Juga: Prudential Indonesia Terapkan AI Mulai Sisi Operasional hingga Pengelolaan Risiko Ekky mengatakan salah satu sentimen yang menopang kenaikan saham bank-bank BUMN dalam beberapa hari terakhir berasal dari kepastian pemerintah memperpanjang penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL). "Pemerintah akan memperpanjang penempatan dana sebesar Rp 200 triliun hingga Juli 2027, sementara total dana pemerintah di bank-bank BUMN akan meningkat menjadi hampir Rp 400 triliun," ujar Ekky kepada Kontan, Kamis (6/8/2026). Kepastian tenor penempatan dana tersebut dinilai positif karena memberi fleksibilitas lebih besar bagi perbankan dalam mengelola likuiditas dan menyalurkan kredit. Dengan likuiditas yang lebih longgar, bank tidak perlu terlalu agresif menghimpun dana mahal melalui deposito berbunga tinggi maupun penerbitan surat utang. Kondisi itu berpotensi menekan biaya dana (cost of funds), menjaga margin bunga, serta membuka ruang bagi pertumbuhan kredit. Meski begitu, dampaknya terhadap laba tetap bergantung pada kemampuan bank menyalurkan dana tersebut ke kredit produktif dengan kualitas debitur yang terjaga. "Apabila penyalurannya terlalu agresif, risiko kenaikan kredit bermasalah dan biaya pencadangan tetap perlu diperhatikan," katanya. Untuk jangka pendek, Ekky merekomendasikan strategi buy on weakness pada saham-saham big bank. BMRI menjadi pilihan utama dengan target terdekat Rp 4.450, lalu berpeluang menguat ke kisaran Rp 4.550-Rp 4.600 jika momentum berlanjut.
BBCA Chart by TradingView