Saham Big Banks Kembali Melemah di Sesi Pertama Hari Ini (26/3)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham bank berkapitalisasi besar alias big banks kembali melemah di perdagangan sesi pertama hari ini (26/3/2026). Penguatan harga yang terjadi di perdagangan di hari sebelumnya belum memberi sinyal kestabilan harga.​

Di penutupan istirahat hari ini, tiga saham big banks berada di zona merah dengan pelemahan yang tipis, sedangkan satu big banks lainnya berada di harga netral.

Harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berada di level Rp 4.900 per saham, melemah 1,41% dibandingkan penutupan kemarin. Adapun BMRI kemarin menguat sampai harga Rp 4.970.


Baca Juga: KB Bank Pastikan Penyaluran Kredit UMKM Tetap Berjalan Meski Risiko Meningkat

Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berada di level Rp 3.500 per saham, melemah 1,13%. atau 40 poin dari penutupan sebelumnya.

Sementara itu, harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berada di Rp 4.000 per saham, turun 0,99%. Saham BBNI pada perdagangan kemarin menjadi satu-satunya big banks yang tidak mengalami penguatan harga.

Sedangkan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diistirahatkan di harga netral Rp 6.900 per saham. BBCA sempat naik ke Rp 6.975 di masa awal perdagangan.

Sebelumnya, Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi, sudah menyebut kenaikan yang terjadi di perdagangan kemarin sebagai rebound teknikal saja.

Adapun rebound teknikal merupakan kondisi di mana harga saham mengalami pantulan setelah cukup lama terkontraksi. Umumnya, kenaikan dari kondisi ini tidak berlangsung lama.

"Saham perbankan sudah oversold sebelum libur Lebaran, sehingga memicu bottom fishing. Harga untuk jangka panjang belum bisa dikonfirmasi," kata Wafi saat dihubungi, Rabu (25/3/2026).

Wafi menilai, prospek saham big banks untuk jangka panjang baru bisa dilihat setelah adanya rilis data ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026.

 
BBRI Chart by TradingView

Ia menjelaskan, laporan kinerja ekonomi tersebut akan menjadi sentimen penting bagi pelaku pasar, baik investor domestik maupun asing, dalam menentukan strategi investasi, khususnya untuk akumulasi saham sektor perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News