Saham Big Banks Kompak Anjlok Dalam Sepekan, BBRI Turun Paling Dalam



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi jumbo atau big banks masih terus tertekan di perdagangan pekan ini. Penurunan harga yang sudah lama terjadi terus diperparah dengan memanasnya kondisi geopolitik global.

Pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (6/3), empat saham big banks kompak berada di zona merah. Bila dibandingkan dengan harga di penutupan pekan lalu, terjadi penurunan harga yang lumayan dalam.

Dalam sepekan terakhir, terjun harga paling dalam terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Disusul oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) . Sedangkan, penurunan paling tipis terjadi pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).


Keempat saham bank tersebut sempat menguat tipis pada perdagangan Kamis (5/3). Namun, kembali terkoreksi pada perdagangan hari ini.

Baca Juga: OJK: Premi Asuransi Jiwa Turun 6,15% per Januari 2026

BBRI berada pada level Rp 3.670 per saham. Harga BBRI anjlok 6,14% bila dibandingkan harga penutupan pekan lalu.

BMRI ditutup pada level Rp 4.980 per saham. BMRI turun sebesar 5,59% dibandingkan harga penutupan pekan lalu.

BBNI ditutup pada level Rp 4.270 per saham. Bila dibandingkan pekan lalu, BBNI merosot 2.95%.

Sementara BBCA berada pada level Rp 7.000 per saham. BBCA turun sebesar 2,44% dibandingkan harga penutupan pekan lalu.

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo Ahmad Iqbal Suyudi menyebut koreksi terjadi karena hengkangnya investor asing akibat adanya risiko geopolitik Timur Tengah. "Investor asing cenderung tidak ingin beresiko, sehingga terjadi capital outflow di saham-saham perbankan, khususnya saham big banks," kata Iqbal, Jumat (6/3/2026).

Iqbal menyebut dalam sepekan terakhir, telah terjadi capital outflow sampai hampir Rp 2 triliun. Ia pun memproyeksi harga saham big banks di pekan depan masih akan stagnan. 

Baca Juga: Prudential Syariah Perkuat Literasi dan Layanan untuk Generasi Muda

Senada dengan itu, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, kemungkinan harga saham big banks di pekan depan akan tetap dalam fase konsolidasi. 

Wafi merekomendasikan investor jangka panjang untuk hold dengan memperhitungkan fundamental yang solid. Sementara, investor jangka pendek-menengah sebaiknya menunda pembelian hingga tekanan jual mereda dan ada konfirmasi sinyal reversal

Selain ketegangan geopolitik, Wafi menyebut penurunan saham bank juga dipicu oleh outlook negatif Fitch Ratings, serta depresiasi rupiah. 

Untuk diketahui, Lembaga pemeringkat kredit internasional, Fitch Ratings merevisi outlook atau prospek peringkat kredit utang pemerintah Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News