Saham Big Banks Kompak Melemah pada Perdagangan Hari Ini, Senin (6/4/2026)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seluruh saham bank berkapitalisasi besar alias big banks kompak ditutup pada zona merah pada perdagangan hari ini, Kamis (6/4/2026). Analis menilai pergerakan saham big banks pekan ini masih didominasi oleh sentimen nilai tukar rupiah dan ekspektasi kinerja keuangan Indonesia di kuartal-1 2026.

Secara rinci, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun paling dalam sebesar 1,62% dengan ditutup pada level Rp 3.640 per saham. Kemudian, harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berada di Rp 6.500 atau turun 1,14%.

Sementara itu, harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ditutup pada Rp 4.610 per saham atau turun 0,86% dan harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berada di Rp 3.310 atau turun 0,30%.


Baca Juga: Saham Big Banks Hingga Perdagangan Sesi Siang Senin (6/4) Kompak Turun, Kecuali BBRI

Adapun keempat saham big banks itu sempat menguat pada pembukaan perdagangan, kemudian berujung melemah di akhir perdagangan.

Head Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, memproyeksi pergerakan saham big banks pada pekan ini akan memiliki volatilitas yang tinggi dan cenderung menurun.

Wafi kemudian menyebut ada sentimen positif dan negatif yang dapat mempengaruhi harga saham big banks pekan ini. Sentimen negatif akan datang dari pengaruh global.

Baca Juga: Di Antara Saham Big Banks, BBRI Paling Banyak Dijual Asing Dalam Sepekan Terakhir

"Sentimen negatif pekan ini terdiri dari depresiasi rupiah yang sudah di atas Rp 17.000 per US dolar, masifnya capital outflow, dan kebijakan suku bunga tinggi The Fed," kata Wafi kepada Kontan.co.id, Senin (6/4/2026).

Sedangkan, Wafi menilai sentimen positif akan datang dari ekspektasi investor terhadap rilis kinerja keuangan kuartal I-2026 Indonesia yang diharapkan terbukti solid. Ia juga menyebut valuasi saham yang mulai oversold akan mulai memantulkan harga saham untuk naik kembali.

Baca Juga: Saham Big Banks Melemah, Analis Rekomendasikan Akumulasi Jangka Panjang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News