KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham bank berkapitalisasi besar atau big banks mencatat penguatan serentak pada perdagangan Senin (14/9/2026). Sentimen positif sektor perbankan didukung prospek kebijakan makroprudensial Bank Indonesia (BI) yang semakin akomodatif, meski investor tetap perlu mewaspadai sentimen global. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi saham bank dengan penguatan terbesar pada perdagangan hari ini. Saham BBRI ditutup naik 3,98% ke level Rp 3.400 per saham. Penguatan juga terjadi pada saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang naik 3,20% menjadi Rp 3.870. Selanjutnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 2,77% ke Rp 6.500, sedangkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tumbuh 1,83% ke Rp 4.440 per saham.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai prospek sektor perbankan pada pekan ini masih relatif positif. Salah satu faktor pendukungnya adalah kebijakan makroprudensial BI yang semakin akomodatif. "Sektor perbankan masih memiliki fundamental yang relatif positif. Salah satu katalis utamanya adalah kebijakan makroprudensial BI," ujar Nafan kepada Kontan, Jumat (11/9/2026) Implementasi KLM Pendalaman Pasar Uang sejak 1 September 2026 dengan besaran insentif maksimal 6% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) dinilai berpotensi memberikan ruang likuiditas yang lebih besar bagi perbankan.
Baca Juga: OJK: Ketentuan Batas Maksimum Suku Bunga Gadai Masih Dikaji Menurut Nafan, kondisi tersebut dapat memperkuat kapasitas perbankan dalam menyalurkan kredit. Selain itu, stabilitas rupiah dan peluang masuknya aliran modal asing atau capital inflow apabila kondisi pasar global membaik juga menjadi sentimen positif bagi saham perbankan. Kendati demikian, investor tetap perlu memperhatikan sejumlah indikator fundamental perbankan. Beberapa di antaranya mencakup kualitas aset, pertumbuhan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM), biaya dana atau cost of fund, serta pergerakan nilai tukar rupiah. Dari sisi eksternal, arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan saham bank pada pekan ini. Investor akan mencermati perkembangan pasar menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung pada 15–16 September 2026. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari ekspektasi meningkatkan peluang The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Selain data ketenagakerjaan, pasar juga akan mencermati perkembangan inflasi AS.
Baca Juga: Asuransi Astra Manfaatkan AI untuk Optimalisasi Proses Asuransi "Apabila inflasi AS kembali tinggi dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed semakin kuat, tekanan terhadap rupiah dan arus dana asing dapat meningkat. Kondisi tersebut berpotensi memicu koreksi jangka pendek pada saham perbankan," ujar Ekky kepada Kontan, pekan lalu.
Rekomendasi Saham Bank
Di tengah prospek sektor perbankan yang masih relatif positif, Nafan memberikan sejumlah pilihan saham bank besar untuk dicermati investor. Nafan merekomendasikan saham BBCA dengan target harga Rp 7.900 per saham. Sementara itu, target harga untuk BMRI berada di level Rp 4.720 per saham dan BBNI sebesar Rp 4.020 per saham. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News