Saham Big Banks Kompak Susut Usai Pengumuman BI Rate, Simak Rekomendasi Analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75 persen. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diselenggarakan pada 18-19 Februari 2026.

Saham bank-bank berkapitalisasi besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), hingga PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga kompak susut pada perdagangan hari ini (19/2).

Harga saham BBRI turun 1,57% ke level Rp 3.770 per saham. Adapun pada pembukaan perdagangan, sahamnya sempat menguat di level Rp 3.850 per saham. Selama sepekan terakhir harga sahamnya juga susut 0,53%.


Lebih lanjut, saham BBCA susut 1,37% ke level Rp 7.175 per saham. Pada pembukaan perdagangan sahamnya sempat dibuka menguat di level Rp 7.325 per saham. Selama sepekan sahamnya turun 2,05%

Harga saham bank pelat merah berikutnya yakni BBNI yang turun 40 poin atau 0,89% ke level Rp 4.450 per saham. BBNI sempat dibuka menguat di level Rp 4.520 pada perdagangan hari ini. Sahamnya juga terlihat turun 1,33% selama sepekan.

Baca Juga: Saham Big Banks Kompak Melemah Jelang Pengumuman RDG BI Kamis (19/2/2026)

Penurunan terdalam terjadi pada kinerja saham BMRI yang terpantau berada pada level Rp 5.075 susut 200 poin atau 3,79%. BMRI sempat dibuka di level Rp 5.275 pada perdagangan hari ini. Sahamnya juga terlihat stagnan dalam sepekan terakhir.

Prospek sektor perbankan nasional dinilai masih cukup solid meski dibayangi dinamika likuiditas dan persaingan dana pihak ketiga. Senior Market Chartist Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan masih dapat terjaga dalam periode mendatang.

Menurut Nafan, kondisi tersebut didukung oleh suku bunga kredit yang relatif masih tinggi, sementara kenaikan bunga simpanan mulai melandai.

“Net interest margin perbankan masih bisa dijaga. Yang penting bunga kredit masih relatif tinggi, sementara kenaikan bunga simpanan mulai melandai,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (19/2/2026).

Ia menekankan kualitas aset tetap menjadi faktor krusial. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) harus dijaga rendah agar ketahanan industri perbankan tetap kuat.

“NPL ini penting. Kalau kualitas aset bagus, itu menandakan perbankan masih resilient ke depan,” katanya.

Selain itu, sejumlah bank dinilai masih mampu menjaga daya tarik bagi investor, antara lain melalui pembagian dividen yang konsisten serta fundamental kinerja yang relatif stabil.

Baca Juga: Saham Big Banks Menghijau Pada Perdagangan Sesi I, Rabu (18/2/2026)

Dari sisi kinerja, pertumbuhan kredit perbankan sepanjang 2025 disebut masih solid dengan kenaikan dua digit, meski rata-rata berada di kisaran sekitar 10%–12%. Menurut Nafan, capaian tersebut menunjukkan permintaan kredit tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.

Transformasi digital juga menjadi pendorong penting kinerja perbankan. Berbagai inovasi layanan digital, termasuk yang dikembangkan oleh Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia, membantu meningkatkan transaksi nasabah sekaligus memperbesar pendapatan berbasis komisi (fee based income).

“Transaksi digital meningkat sehingga fee based income ikut naik. Ini penting supaya bank tidak hanya bergantung pada pendapatan bunga,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia melihat kebijakan restrukturisasi kredit yang mulai dinormalisasi menjadi sinyal positif terhadap kemampuan bayar debitur. Hal tersebut tercermin dari penurunan rasio risiko kredit dan perbaikan indikator kualitas pinjaman.

Meski demikian, tantangan likuiditas masih perlu dicermati. Persaingan penghimpunan dana pihak ketiga dinilai masih cukup ketat sehingga bank perlu menjaga strategi pendanaan agar tetap efisien.

Nafan pun merekomendasikan saham BBCA dengan accumulative buy TP Rp 7.650, saham BBNI accumulative buy TP Rp 4.510, BBRI accumulative buy TP Rp 3.910 per saham, dan BMRI accumulative buy TP Rp 5.000 per saham.

Baca Juga: Saham Bank Mulai Unjuk Gigi, Big Banks Ramai Dikoleksi

Selanjutnya: Nestle Akan Menjual Bisnis Es Krim, Fokus Perkuat Portofolio Inti

Menarik Dibaca: Tak Ingin Bau Mulut saat Puasa? Coba 6 Tips dari Dokter Berikut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News