KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saham perbankan berkapitalisasi besar atau big banks mulai menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya kompak terkoreksi. Dalam sepekan terakhir, sejumlah saham bank besar tercatat menguat meski arus keluar dana asing masih berlanjut di beberapa emiten. Pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2026), saham bank-bank big caps memang masih bergerak bervariasi. Namun secara kumulatif mingguan, tren harga menunjukkan penguatan yang cukup solid di beberapa emiten utama.
Pergerakan Saham Big Banks Sepekan
Dalam periode sepekan, saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 4,24% ke level Rp 6.150. Sementara itu, Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik lebih tinggi sebesar 5,26% menjadi Rp 3.200. Di sisi lain, Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) masih mencatat pelemahan tipis 0,52% ke Rp 3.820. Adapun Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 3,85% ke level Rp 4.250.
Baca Juga: Berikut Sejumlah Langkah OJK Lakukan Pengawasan dan Penguatan Industri Pindar Khusus BMRI, tekanan tambahan terjadi pada hari ex date dividen, yang membuat sahamnya terkoreksi tajam hingga 8,21% dalam satu hari perdagangan.
Asing Masih Net Sell di BBCA dan BMRI
Menariknya, penguatan saham big banks ini terjadi di tengah arus dana asing yang masih cenderung selektif. Dalam sepekan, BBCA dan BMRI mencatat net sell masing-masing sebesar Rp 368,95 miliar dan Rp 1,62 triliun. Sementara itu, BBNI dan BBRI justru masih mencatatkan net buy asing, masing-masing Rp 29,22 miliar dan Rp 734,36 miliar. Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai pola ini menunjukkan bahwa rotasi dana asing di sektor perbankan masih belum merata. “Asing belum sepenuhnya kembali ke pasar Indonesia,” jelas Hendra kepada Kontan, Senin (11/5/2026). Menurutnya, tekanan pada BBCA dan BMRI lebih dipengaruhi oleh struktur kepemilikan asing yang sebelumnya sangat besar, sehingga aksi risk off global beberapa bulan terakhir berdampak lebih besar pada kedua saham tersebut. Dengan kata lain, posisi arus dana asing BBCA dan BMRI saat ini lebih mencerminkan proses normalisasi yang sebelumnya sudah overweight, bukan semata-mata karena fundamental keduanya memburuk. Meski begitu, Hendra menilai dominasi investor domestik mulai terlihat dalam menopang pergerakan harga saham big banks.
Baca Juga: Protection Gap Bencana di Indonesia Lebar, Asuransi Dinilai Belum Optimal “Investor domestik melihat bahwa fundamental BBCA dan BMRI masih sangat kuat, baik dari sisi kualitas aset, laba yang stabil, CASA yang tinggi, hingga kemampuan menjaga pertumbuhan kredit di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan,” terang Hendra.
Faktor Kinerja Kuartal I dan Valuasi Jadi Penentu
Senior Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas menambahkan, perbedaan arus dana asing juga dipengaruhi oleh kinerja masing-masing bank pada kuartal I-2026. Menurutnya, BBRI dan BBNI lebih menarik karena mampu mencatat pertumbuhan laba yang solid, sementara BBCA mengalami pertumbuhan profit yang lebih terbatas dan BMRI mencatat penurunan pendapatan bunga. “Selain itu, BBNI dan BBRI lebih menarik secara valuasi. Valuasinya lebih murah dan dividend yield lebih menarik,” sebutnya.
Prospek Big Banks ke Depan
Ke depan, Sukarno menilai pergerakan saham perbankan akan sangat dipengaruhi oleh stabilitas nilai tukar rupiah, arus dana asing, serta pertumbuhan kredit pada kuartal II-2026. Faktor lain yang menjadi perhatian utama adalah ekspektasi penurunan suku bunga global maupun domestik, yang dinilai dapat meningkatkan likuiditas dan mendorong rotasi dana ke sektor perbankan.
Baca Juga: Minat Investasi Emas Tinggi, OJK Optimistis Pembiayaan Emas Multifinance Meningkat Selain itu, valuasi big banks yang mulai lebih menarik pasca koreksi dinilai membuka peluang masuknya kembali dana asing, terutama jika kondisi global kembali stabil.
Rekomendasi Saham Big Banks
Dalam kondisi tersebut, Sukarno merekomendasikan saham Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebagai pilihan utama karena potensi rebound teknikal dan valuasi yang masih murah. Ia memberikan rekomendasi buy dengan target harga masing-masing Rp 4.400 untuk BBRI dan Rp 3.700 untuk BBNI. Senada, Hendra juga menilai BBRI dan BBNI menarik untuk dicermati dalam jangka pendek. Sementara itu, BMRI dan BBCA disebut masih berada dalam pola sell on strength dengan target penurunan masing-masing Rp 4.070 dan Rp 6.000. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News