Saham Big Banks Terus Tertekan, Analis Pertimbangkan Keuntungan Dividen Yield



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar kembali ditutup dalam zona merah di perdagangan hari ini, Senin (9/3/2026). Meski terus mengalami tekanan, analis tetap merekomendasikan investor untuk melihat estimasi dividen perbankan.

Pada penutupan hari ini, tiga harga saham big banks meneruskan pelemahan yang sudah terjadi sejak pekan lalu. Sedangkan, satu harga saham big banks mengalami penguatan. 

Saham PT Bank Central Asia (BBCA) turun sebesar 1,79% ke level Rp 6.875 per saham. 


Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun sebesar 2,72% ke level Rp 3.570 per saham. 

Saham PT Bank Mandiri (BMRI) turun sebesar 3,21% ke level Rp 4.820 per saham.

Sedangkan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat 0,47% ke level Rp 4.290 per saham.

Baca Juga: Net Sell Asing Membumbung, Harga Saham Big Banks Tersungkur

Sejumlah analis merekomendasikan para investor untuk mengambil keuntungan dalam pelemahan harga yang terjadi. Pasalnya, dengan pelemahan yang semakin dalam maka estimasi dividen yield semakin menarik.

Analis RHB Sekuritas, Andrey Wijaya menjelaskan estimasi dividen yield saham big banks masih akan terjaga karena memiliki fundamental yang kuat.

Andrey memprediksi dividen yields untuk saham bank BMRI, BBRI, dan BBNI akan berada di kisaran 8-10%. "Saham-saham ini relatif menarik bagi investor yang mencari kombinasi income dan fundamental yang kuat," kata Andrey saat dihubungi Kontan, Senin (9/3/2026).

Sementara itu, Andrey memprediksi dividen yields BBCA akan berada di bawah 5%. Namun, Andrey meminta para investor untuk tidak khawatir karena ia menilai BBCA sebagai perbankan yang lebih mementingkan kualitas pertumbuhan.

Baca Juga: Saham Big Banks Kompak Anjlok Dalam Sepekan, BBRI Turun Paling Dalam

"BBCA biasanya menawarkan yield yang lebih rendah, sekitar 3–5%, karena bank ini lebih diposisikan sebagai saham quality dan growth dibandingkan dividen play," kata Andrey.

Senada dengan itu, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi menyebut dividen saham big banks masih menarik untuk dicermati.

Wafi menyoroti meski pertumbuhan laba bank besar tidak lagi setinggi di tahun-tahun sebelumnya, perhitungan dividen yield masih akan menarik jika bank besar tetap mempertahankan dividen payout ratio (DPR) yang sama seperti tahun lalu.

"Di tengah volatilitas pasar saat ini yang tidak menentu, saham-saham blue chip justru seperti jangkar yang kuat di tengah gempuran ombak," ujarnya.

Wafi memperkirakan dividen yield BBNI akan berada di 8,16%, BMRI berada di kisaran 6,90%, BBRI di 3,63%, dan BBCA di 0,77%.

Meskipun Wafi memperkirakan dividen yield BBCA tidak begitu besar, ia menyebut para investor jangan terpengaruh. Senada dengan Andrey, Wafi menyebut BBCA memang lebih mementingkan pertumbuhan perbankan.

Walaupun Andrey dan Wafi memprediksi pergerakan saham big banks di pekan ini akan tetap stagnan, keduanya tetap merekomendasikan para investor, baik jangka panjang maupun pendek-menengah, untuk mempertimbangkan imbal hasil yang semakin menarik.

Baca Juga: Saham Big Banks Anjlok Serempak Hari Ini (4/3), BNI Turun Paling Dalam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News