Saham Blue Chip Ini Tren Naik April 2026, Analis Rekomendasi Buy, Target Rp 3.000
Kamis, 09 April 2026 05:20 WIB
Oleh: Vatrischa Putri Nur | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Di tengah tekanan pasar saham Indonesia hingga April 2026, satu saham blue chip telekomunikasi justru menunjukkan performa positif. Saham PT Indosat Tbk (ISAT) terus mencatatkan kenaikan dalam sebulan terakhir. Lalu, apakah saham blue chip ini masih memiliki prospek untuk dibeli? Ataukah sekarang waktunya untuk dijual dan taking profit? Saham blue chip adalah saham lapis satu yang memilki fundamental keuangan kuat dan kapitalisasi pasar besar. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham blue chip biasanya menjadi anggota indeks mayor seperti LQ45.
Pada perdagangan Rabu (8/4/2026), harga saham ISAT yang merupakan anggota LQ45 ditutup di level Rp 2.170, naik 90 poin atau 4,33% dibandingkan hari sebelumnya. Dalam sebulan terakhir, saham ini telah menguat 170 poin atau sekitar 8,5%. Kenaikan ini ditopang oleh prospek kinerja yang dinilai masih solid sepanjang 2026. Pertumbuhan bisnis data serta efisiensi biaya menjadi pendorong utama kinerja perseroan. Sebelumnya, ISAT mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp 13,28 triliun sepanjang 2025, meningkat 33,73% dibandingkan tahun sebelumnya. Mayoritas capex tersebut, sekitar 78,6%, digunakan untuk pengembangan bisnis seluler. Baca Juga: Harga Minyak Terkoreksi, Efek Kesepakatan AS–Iran Dinilai Sementara Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai investasi tersebut mulai memberikan dampak positif terhadap operasional perusahaan, terutama dalam peningkatan kualitas jaringan dan jangkauan layanan. “Ekspansi jaringan, terutama di luar Jawa, akan memperkuat monetisasi data,” ujarnya. Ia menambahkan, ke depan kinerja ISAT akan didukung oleh peningkatan average revenue per user (ARPU) serta efisiensi operasional hasil investasi sebelumnya. Selain itu, terdapat sejumlah katalis positif lain yang berpotensi mendorong kinerja ISAT. Di antaranya adalah rasionalisasi tarif paket data yang dapat memperbaiki struktur harga dan margin industri. Ekspansi layanan fixed broadband (FTTH) melalui Indosat HiFi juga menjadi sumber pertumbuhan baru. Di sisi lain, monetisasi layanan digital berbasis business-to-business (B2B), termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), turut membuka peluang tambahan. Tonton: Presiden Myanmar Digugat di Indonesia! Min Aung Hlaing Dituduh Genosida Rohingya Analis KB Valbury Sekuritas, Steven Gunawan, memproyeksikan pendapatan data ISAT akan tumbuh 7,6% secara tahunan menjadi Rp 46,7 triliun pada 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh jumlah pelanggan yang stabil di kisaran 93,7 juta serta peningkatan trafik data sebesar 8,3%. ARPU juga diperkirakan naik moderat menjadi Rp 44.900 dengan yield relatif stabil di level Rp 2,44 per MB. Dari segmen fixed broadband, jumlah pelanggan diproyeksikan meningkat 6,6% secara tahunan, seiring tingkat penetrasi yang masih rendah di Indonesia. Namun demikian, sejumlah risiko tetap perlu diperhatikan. Tekanan daya beli masyarakat akibat inflasi serta pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi meningkatkan beban biaya perusahaan, terutama terkait capex lanjutan dan sewa menara berbasis dolar AS. Berdasarkan laporan keuangan, ISAT membukukan pendapatan sebesar Rp 56,52 triliun pada 2025, tumbuh 1,1% secara tahunan. Sementara laba bersih meningkat 12,2% menjadi Rp 5,51 triliun.
Untuk tahun 2026, pendapatan ISAT diproyeksikan mencapai Rp 59,29 triliun atau naik 4,9% YoY. Laba bersih juga diperkirakan meningkat menjadi Rp 6,02 triliun, tumbuh 9,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan prospek tersebut, analis kompak memberikan rekomendasi beli. KB Valbury Sekuritas menetapkan target harga Rp 2.500 per saham, sementara Korea Investment & Sekuritas Indonesia mematok target lebih tinggi di level Rp 3.000 per saham. Dengan tren kenaikan harga dan fundamental yang terus membaik, saham ISAT dinilai masih menarik untuk dikoleksi, terutama bagi investor yang mencari potensi pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.
IRGC Serang Kapal Amfibi AS! Ribuan Marinir Terpaksa Mundur