JAKARTA. Emiten sektor perbankan tengah naik daun, termasuk PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang resmi menjadi bank persepsi untuk menampung dana repatriasi. Bank Mandiri dan Kementerian Keuangan telah melakukan penandatanganan kontrak pada Kamis (21/07). Bank pelat merah ini optimistis bisa menampung dana repatriasi antara Rp 300 triliun hingga Rp 400 triliun. Nah, sebesar 60% dari dana tersebut ditargetkan akan masuk ke instrumen investasi di pasar modal melalui manajer investasi (MI) dan sekuritas. Lucky Bayu, analis Danareksa Sekuritas menilai, peluang tax amnesty cenderung positif karena disertai kinerja BMRI yang cukup baik. Tapi, perseroan ini masih menghadapi tantangan, berupa pertumbuhan non performing loan (NPL) atau rasio kredit bermasalah yang cenderung naik ketimbang tahun-tahun sebelumnya.
Saham BMRI masuk tahap konsolidasi
JAKARTA. Emiten sektor perbankan tengah naik daun, termasuk PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang resmi menjadi bank persepsi untuk menampung dana repatriasi. Bank Mandiri dan Kementerian Keuangan telah melakukan penandatanganan kontrak pada Kamis (21/07). Bank pelat merah ini optimistis bisa menampung dana repatriasi antara Rp 300 triliun hingga Rp 400 triliun. Nah, sebesar 60% dari dana tersebut ditargetkan akan masuk ke instrumen investasi di pasar modal melalui manajer investasi (MI) dan sekuritas. Lucky Bayu, analis Danareksa Sekuritas menilai, peluang tax amnesty cenderung positif karena disertai kinerja BMRI yang cukup baik. Tapi, perseroan ini masih menghadapi tantangan, berupa pertumbuhan non performing loan (NPL) atau rasio kredit bermasalah yang cenderung naik ketimbang tahun-tahun sebelumnya.