KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (
BNGA) menegaskan belum ada keputusan maupun proposal formal dan final terkait rencana perubahan kepemilikan saham perusahaan. Pernyataan ini disampaikan menyusul permintaan klarifikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) atas volatilitas transaksi saham BNGA. Dalam keterbukaan informasi di BEI pada Senin (26/10/2026),
Corporate Secretary Office Head CIMB Niaga Dwi Dewo S menyampaikan perusahaan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik dan berpotensi memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal. Pernyataan tersebut merupakan tanggapan atas surat BEI nomor S-13333/BEI.PP1/10-2026 tertanggal 22 Oktober 2026 mengenai permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek.
Baca Juga: Bank Kasikorn (BMAS) Masih Cari Cara Penuhi Free Float 15% Terkait rencana pemegang saham utama dan pengendali, CIMB Niaga menyatakan bahwa hingga saat ini belum terdapat keputusan maupun proposal formal dan final mengenai perubahan kepemilikan saham perusahaan. "Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari pemegang saham utama dan pengendali perusahaan dalam siaran press-nya, sampai dengan saat ini tidak terdapat keputusan maupun proposal formal dan final terkait dengan rencana perubahan kepemilikan sahamnya di perusahaan," tulis manajemen CIMB Niaga dalam keterbukaan informasi. Manajemen menambahkan, pemegang saham utama dan pengendali tetap berkomitmen terhadap operasional CIMB Niaga di Indonesia serta akan senantiasa memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain menjelaskan mengenai kepemilikan saham, CIMB Niaga juga menyatakan belum memiliki rencana untuk melakukan aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk aksi yang berpotensi berdampak terhadap pencatatan saham perusahaan di bursa. "Sampai dengan tiga bulan ke depan sejak tanggapan ini, perusahaan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham perusahaan di Bursa," tulis manajemen. Perusahaan juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu yang perlu disampaikan dalam menanggapi permintaan klarifikasi BEI. Dalam surat yang sama, CIMB Niaga menegaskan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan maupun keputusan investasi pemodal, sebagaimana diatur dalam ketentuan keterbukaan informasi bagi emiten dan perusahaan publik.
Baca Juga: Pertumbuhan DPK Perbankan Melambat, Bank Berebut Dana Murah di Kuartal IV-2026 CIMB Niaga turut menyatakan tidak memiliki informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang belum diungkapkan kepada publik dan berpotensi memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha perusahaan. Klarifikasi tersebut disampaikan sebagai respons atas permintaan BEI di tengah volatilitas transaksi saham BNGA. Meski demikian, dalam keterbukaan informasi tersebut, CIMB Niaga tidak menjelaskan secara spesifik faktor yang menyebabkan pergerakan saham perusahaan berfluktuasi. Jika dilihat pada penutupan perdagangan bursa pada Senin (26/10/2026), saham BNGA ditutup di level Rp 1.610 per saham atau susut 2,42%. Selama sepekan terakhir sahamnya melonjak 10,27%. Namun secara ytd sahamnya susut 10,06%. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News