Saham Chip Korea Selatan Rebound Rabu (8/7) Pagi, Investor Manfaatkan Koreksi Harga



KONTAN.CO.ID - Saham produsen chip Korea Selatan berbalik menguat pada perdagangan Rabu (8/7/2026), setelah sempat tertekan pada awal sesi menyusul aksi jual saham semikonduktor di Wall Street.

Investor memanfaatkan koreksi harga untuk kembali mengoleksi saham sektor chip di tengah prospek permintaan memori yang masih kuat.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Hampir 2% Rabu (8/7) Pagi, Brent ke US$ 75,54


Mengutip Reuters, saham Samsung Electronics sempat menguat hingga 1,4%, sedangkan SK Hynix melonjak hingga 5,8% pada perdagangan pagi.

Sebelumnya, kedua saham tersebut sempat turun masing-masing hingga 4,4% dan 5% mengikuti pelemahan saham-saham semikonduktor di Amerika Serikat pada perdagangan sebelumnya.

Analis menilai musim laporan keuangan baru dimulai sehingga ekspektasi terhadap kinerja emiten chip masih tetap positif.

Selain itu, pasokan chip memori diperkirakan masih akan tetap ketat hingga kuartal III 2026, sehingga mendorong investor melakukan aksi beli saat harga terkoreksi.

Sentimen positif juga datang dari rencana SK Hynix untuk mencatatkan sahamnya di bursa Amerika Serikat, yang dinilai mampu meningkatkan optimisme pelaku pasar.

Baca Juga: Piala Dunia: 30 Juta Penonton Saksikan Kekalahan AS dari Belgia, Rekor Baru Tercipta

Meski demikian, analis mengingatkan bahwa kenaikan harga chip memori pada paruh kedua 2026 kemungkinan tidak akan setinggi semester pertama.

Hal itu disebabkan basis perbandingan yang lebih tinggi serta mulai munculnya resistensi pelanggan terhadap kenaikan harga.

Analis Kiwoom Securities Park Yuak memangkas target harga saham Samsung sekitar 9% menjadi 390.000 won atau sekitar US$ 257,15 per saham.

Menurutnya, kenaikan harga berbagai komponen seperti CPU dan substrate kemasan chip telah mendorong harga komputer pribadi (PC) dan ponsel pintar menjadi lebih mahal. Kondisi tersebut membuat pelanggan lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian chip memori tambahan.

Pada perdagangan terakhir, saham Samsung berada di level 290.000 won.

Baca Juga: Harga Emas Turun ke Level Terendah Sepekan Rabu (8/7) Pagi, Dipicu Ketegangan AS-Iran

Sementara itu, JPMorgan dalam risetnya menyebut harga chip memori akan tetap menjadi pendorong utama kinerja emiten semikonduktor pada semester II 2026.

Pasalnya, pasokan masih tertinggal dibandingkan permintaan meskipun pelanggan mulai menolak kenaikan harga yang lebih tinggi.

Bank investasi tersebut juga memperkirakan harga chip NAND konvensional berpotensi melampaui ekspektasi pasar, didukung oleh permintaan yang tetap kuat dari perusahaan penyedia pusat data skala besar (hyperscalers) di Amerika Serikat.

Pemulihan saham chip Korea Selatan terjadi setelah aksi jual besar-besaran di Wall Street pada perdagangan Selasa (7/7).

Saham Intel, Micron Technology, dan Advanced Micro Devices (AMD) masing-masing anjlok 9,7%, 4,7%, dan 6,5%.

Selain itu, Philadelphia Semiconductor Index juga merosot 4,7% setelah investor mempertanyakan keberlanjutan belanja untuk teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: KTT NATO Diwarnai Kontrak Senjata Jumbo, Trump Kembali Kritik Sekutu

Aksi jual tersebut dipicu oleh laporan pendapatan pendahuluan kuartal II Samsung yang dirilis Selasa.

Meski perusahaan memperkirakan laba operasional melonjak 19 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu berkat tingginya permintaan chip AI, hasil tersebut masih belum memenuhi ekspektasi pasar yang sangat tinggi.

Kekecewaan investor terhadap prospek Samsung kemudian memicu aksi ambil untung pada saham-saham terkait AI yang meluas hingga ke pasar saham Amerika Serikat.