KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia menguat tajam pada perdagangan Jumat (10/7/2026), dipimpin oleh saham-saham semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI). Investor mengesampingkan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, sementara perhatian pasar tertuju pada debut pencatatan saham produsen chip Korea Selatan, SK Hynix, di bursa Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Rans Entertainmen (RANS) Respons Isu Pencucian Uang Meski serangan balasan antara AS dan Iran kembali menggerus gencatan senjata yang telah berlangsung selama tiga pekan, pelaku pasar sejauh ini relatif tenang menghadapi perkembangan tersebut. Namun, kenaikan harga minyak dan potensi dampaknya terhadap inflasi kembali menjadi perhatian investor. Di Jepang, pasar obligasi dan mata uang menguat setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan pemerintah akan mengkaji langkah untuk mendorong dana pensiun, termasuk Government Pension Investment Fund (GPIF), meningkatkan investasi pada aset keuangan domestik. Di pasar energi, harga minyak mentah Brent berada di jalur kenaikan mingguan sekitar 5%, yang menjadi penguatan terbesar sejak awal Mei. Meski demikian, pada level US$ 76,73 per barel, harga Brent telah memangkas sebagian besar kenaikan yang sempat terjadi saat konflik pecah pada akhir Februari.
Baca Juga: Dibayangi Dinamika Geopolitik, Begini Prospek Valas Komoditas "Saya terus memantau perkembangan di Timur Tengah dan situasinya memang tidak terlihat baik. Namun, investor tampaknya sangat tangguh menghadapi risiko tersebut, dengan saham teknologi kembali menjadi pendorong utama kenaikan pasar," ujar Chief Market Strategist ATFX Global di Sydney, Nick Twidale. Di kawasan Asia, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,8%, sedangkan indeks KOSPI Korea Selatan melesat lebih dari 5%. Saham SK Hynix naik hampir 3% dan Samsung Electronics menguat sekitar 6%. Adapun bursa saham Taiwan ditutup akibat topan. Kenaikan tersebut mendorong indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang naik 1,8%. Sementara itu, kontrak berjangka bursa Eropa turun 0,24%, mencerminkan sikap investor yang masih berhati-hati. Twidale mengingatkan pasar kemungkinan belum sepenuhnya memperhitungkan risiko apabila Selat Hormuz kembali ditutup dalam beberapa hari ke depan. "Kita memang mengawali perdagangan Asia dengan sentimen positif. Namun, saya masih sangat berhati-hati karena pasar belum sepenuhnya memperhitungkan risiko jika Selat Hormuz kembali ditutup," ujarnya.
Baca Juga: Haji Isam Masuk Dalam Daftar Pemegang 1% Saham Rans Entertainmen (RANS) Meski konflik geopolitik masih berlangsung, investor tetap berfokus pada prospek industri AI yang terus menjadi motor penggerak reli pasar saham global, meski sekaligus memunculkan kekhawatiran mengenai tingginya valuasi saham-saham teknologi. Di Wall Street, indeks Nasdaq ditutup menguat tajam setelah Micron Technology mengumumkan rencana investasi lebih dari US$ 250 miliar di Amerika Serikat hingga 2035. Pengumuman tersebut turut mengangkat indeks Philadelphia Semiconductor sekitar 3%. Debut SK Hynix di Wall Street Perhatian investor kini tertuju pada debut perdagangan American Depositary Receipts (ADR) SK Hynix di Amerika Serikat pada Jumat (10/7). Perusahaan menetapkan harga ADR sebesar US$ 149 per saham dan berhasil menghimpun dana sekitar US$ 26,5 miliar, mencerminkan tingginya minat investor terhadap rantai pasok industri AI. Dana hasil penawaran saham tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik baru dan investasi peralatan guna memenuhi lonjakan permintaan chip AI. Penawaran ini diperkirakan menjadi aksi korporasi terbesar kedua di dunia setelah IPO SpaceX bulan lalu.
Baca Juga: Kinerja Keuangan RANS Turun pada 2025, Nagita Slavina Beberkan Penyebabnya Investment Manager Asia Equity Income Jupiter Asset Management, Sam Konrad, menilai pencatatan ADR berpotensi membuat saham SK Hynix di AS diperdagangkan pada valuasi premium dibandingkan saham yang tercatat di Korea Selatan. Menurutnya, kondisi itu juga dapat mendorong revaluasi saham Samsung Electronics. "Jika valuasi SK Hynix meningkat, hal itu juga berpotensi mendukung kenaikan valuasi Samsung, terutama ketika perusahaan mengumumkan rencana pengembalian dana kepada pemegang saham," ujarnya. Sepanjang tahun ini, saham SK Hynix di Korea Selatan telah melonjak sekitar 238%, sekaligus mendorong indeks KOSPI menjadi salah satu bursa dengan kinerja terbaik di dunia sejak awal 2025. Yen Menguat Di pasar valuta asing, yen Jepang menguat sekitar 0,4% ke level 161,69 per dolar AS setelah pernyataan Menteri Keuangan Jepang mengenai kemungkinan mendorong repatriasi investasi domestik.
Baca Juga: IHSG Naik 0,10% ke 5.918 Sesi I Jumat (10/7), Saham PGEO, HRTA, ADRO Jadi Top Gainers Senior Fixed Income Strategist State Street Investment Management Masahiko Loo menilai, langkah tersebut merupakan sinyal kebijakan yang tepat karena pasar mulai mempertanyakan efektivitas intervensi pemerintah Jepang di pasar valuta asing.
"Dengan cadangan devisa lebih dari US$ 1 triliun, intervensi tetap menjadi pilihan. Namun, mendorong investor institusi domestik tetap menempatkan investasinya di dalam negeri merupakan cara yang lebih berkelanjutan untuk menopang nilai tukar yen," kata Loo. Sementara itu, pergerakan dolar AS cenderung terbatas karena investor masih menunggu petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Pasar saat ini memperkirakan kenaikan suku bunga sekitar 34 basis poin sepanjang tahun ini, meski proyeksi tersebut masih dapat berubah tergantung dampak inflasi akibat konflik di Timur Tengah. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News