Saham CMRY Bayar Dividen Interim Rp 793 M, Cek Jadwal Pembayaran & Rekomendasi Analis
Kamis, 27 Agustus 2026 05:54 WIB
Oleh: Adi Wikanto, Vatrischa Putri Nur | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) atau Cimory akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp100 per saham. Apakah saham CMRY layak dibeli? Total dividen yang disiapkan mencapai Rp793,46 miliar. Keputusan pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 26 Agustus 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan, dividen interim tersebut setara dengan sekitar 67,8% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga semester I-2026.
Pada periode tersebut, CMRY membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sekitar Rp1,17 triliun. Di sisi lain, CMRY mencatat saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp3,33 triliun. Sementara itu, total ekuitas perseroan mencapai Rp7,16 triliun. Baca Juga: Investor Asing Ini Borong Miliaran Saham GOTO dengan Harga Di Bawah Pasar Jadwal Dividen Interim CMRY 2026 Dividen akan dibayarkan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) atau recording date pada 7 September 2026. Berikut jadwal pembagian dividen interim CMRY:
Tahapan
Pasar Reguler & Negosiasi
Pasar Tunai
Cum Dividen
3 September 2026
7 September 2026
Ex Dividen
4 September 2026
8 September 2026
Recording Date
7 September 2026
7 September 2026
Dengan demikian, investor yang ingin memperoleh dividen melalui perdagangan di pasar reguler dan negosiasi harus sudah memiliki saham CMRY paling lambat sebelum perdagangan memasuki tanggal ex dividen 4 September 2026. Sementara itu, untuk pasar tunai, tanggal cum dividen ditetapkan pada 7 September 2026, sedangkan ex dividen berlangsung pada 8 September 2026. Pembagian dividen interim ini menjadi bagian dari kebijakan perusahaan dalam mendistribusikan sebagian laba kepada pemegang saham, dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan dan kebutuhan pengembangan usaha perseroan. Tonton: USS Abraham Lincoln OTW Thailand, Kapal Induk AS Cetak Rekor 200 Hari di Laut Rekomendasi saham CMRY CMRY mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2026. Laba bersih perseroan mencapai Rp 1,2 triliun, tumbuh 17,88% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 993,87 miliar. Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai, kinerja CMRY menunjukkan adanya kekuatan struktural dalam bisnis perseroan. "Prospek half kedua positif dengan dua narasi berlawanan. Segmen dairy naik 54% YoY pada semester I dan tumbuh double-digit selama empat kuartal berturut-turut. Ini merupakan structural strength melalui MBG, inovasi produk, dan ekspansi distribusi termasuk ekspor. Ini sustained momentum, bukan one-off," ujar Wafi kepada Kontan, Jumat (21/8/2026). Di sisi lain, profitabilitas CMRY masih menghadapi tekanan. Gross profit margin (GPM) perseroan pada semester I-2026 turun menjadi 43,3%. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi kenaikan harga skimmed milk powder yang mencapai 17,6% YoY serta penguatan dolar AS terhadap rupiah. "Tapi margin pressure dari cost seperti susu bubuk, daging sapi, unggas, kemasan, rupiah adalah headwind," kata Wafi. Menurut Wafi, pertumbuhan volume CMRY masih berpotensi solid seiring keberlanjutan MBG. Namun, pemulihan margin akan bergantung pada stabilitas rupiah dan kemampuan perusahaan meneruskan kenaikan biaya melalui penyesuaian harga tanpa mengorbankan volume penjualan. Baca Juga: Strategi Investasi di Tengah Volatilitas IHSG, Ini Pilihan Aset yang Menarik Analis UBS Sekuritas Indonesia Alex Manoonpol mengatakan, strategi jangka panjang CMRY tetap berfokus pada inovasi produk, memperdalam penetrasi distribusi, serta memperluas pasar ekspor. Sejumlah produk baru yang diluncurkan CMRY antara lain Kanzler Singles Tom Yum, Kanzler Nyaos Gochujang Sauce, varian sosis keju terbaru, dan kondimen Mamayo Mentaiku. Perseroan juga telah membuka Cimory Yoqurt Café pertamanya. CMRY masih memiliki ruang pertumbuhan melalui kanal GT. Perseroan menargetkan jumlah gerai yang menjual produk chilled meningkat dari sekitar 211.000 gerai menjadi sekitar 500.000 gerai pada 2030. "CMRY juga menargetkan jumlah agen Miss Cimory meningkat dua kali lipat menjadi sekitar 20.000 agen dalam periode yang sama," jelas Alex dalam riset 3 Agustus 2026. Wafi menilai, keberlanjutan program MBG menjadi salah satu katalis utama yang dapat menopang pertumbuhan permintaan CMRY. Program tersebut memberikan sumber permintaan yang lebih terprediksi bagi perseroan. Selain MBG, ekspansi ekspor berpotensi menjadi katalis positif karena dapat mendiversifikasi sumber pertumbuhan CMRY. Stabilisasi rupiah, terutama jika hasil evaluasi MSCI pada November 2026 memberikan sentimen positif, serta semakin terbentuknya kredibilitas Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti juga dapat menjadi katalis tambahan. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko. Salah satunya adalah karakteristik bisnis cold-chain CMRY yang menjadi keunggulan kompetitif, tetapi sekaligus membuat perseroan memiliki biaya tetap relatif tinggi. "Cold-chain moat CMRY juga berarti fixed cost tinggi yang less flexible terhadap cost pressure, kompetisi consumer dairy makin ketat, dan sustainability MBG jika ada budget constraint atau policy change," ujar Wafi. Analis Sucor Sekuritas Hansen Christian Seng menambahkan, belanja modal CMRY mencapai Rp 838 miliar. Sekitar Rp 500 miliar di antaranya masih akan direalisasikan pada semester II-2026, terutama untuk ekspansi kapasitas segmen Consumer Foods. Berdasarkan riset UBS, kinerja keuangan CMRY diperkirakan tetap tumbuh positif pada 2026. Alex memproyeksikan pendapatan CMRY mencapai Rp 12,86 triliun pada 2026, naik 19,9% YoY dari realisasi 2025 sebesar Rp 10,72 triliun.
Laba bersih juga diperkirakan meningkat menjadi Rp 2,29 triliun, atau tumbuh 14,4% YoY dibandingkan laba bersih 2025 sebesar Rp 2,01 triliun. Dengan prospek tersebut, Alex mempertahankan rekomendasi buy untuk saham CMRY. Namun, target harga diturunkan menjadi Rp 6.300 per saham dari sebelumnya Rp 6.800 per saham. Hansen juga memberikan rekomendasi buy CMRY dengan target harga Rp 5.620 per saham. Sementara itu, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo merekomendasikan trading buy CMRY dengan target harga Rp 4.900 per saham.
MRT Bundaran HI Punya Ruang Bawah Tanah Baru, Ada 25 Gerai Ritel hingga Akses Plaza Indonesia