KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT DMS Propertindo Tbk (
KOTA) tengah menyiapkan aksi korporasi jumbo untuk memperbesar skala bisnisnya. Perusahaan ini berencana menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu I (PMHMETD I) atau
rights issue sekaligus mengakuisisi dua perusahaan dengan nilai transaksi gabungan Rp 4,4 triliun. Dalam prospektus ringkas pada 28 Agustus 2026 memaparkan jika KOTA berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 100 miliar saham baru seri B dengan nilai nominal Rp 25 per saham. Jumlah saham baru tersebut setara dengan maksimal 90,46% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan PMHMETD I. Meski demikian, manajemen dalam keterbukaan informasi di BEI menegaskan penerbitan saham baru tersebut tidak akan mengakibatkan perubahan pengendali.
Baca Juga: Segera Right Issue Jumbo, Cek Profil Saham KOTA dan Kinerja Terbarunya Pelaksanaan PMHMETD I diperkirakan dilakukan paling lambat 12 bulan sejak tanggal persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dana yang dihimpun melalui rights issue akan menjadi amunisi utama DMS Propertindo untuk melakukan ekspansi. Sebagian besar dana, yakni sekitar Rp 4,4 triliun, akan digunakan untuk mengambil alih dua perusahaan. Pertama, DMS Propertindo akan mengakuisisi 1.206.272 saham atau 99,99% saham PT Art Design Indonesia (ADI) milik PT Michel Energi (ME). Nilai transaksi untuk akuisisi tersebut mencapai Rp 1,2 triliun. Kedua, perusahaan ini akan mengambil alih 6.413.296 saham atau 99,99% saham PT Mandirinusa Graha Perkasa (MGP), juga dari PT Michel Energi. Nilai transaksi MGP mencapai Rp3,2 triliun. Adapun sisa dana hasil PMHMETD I akan digunakan untuk modal kerja, kegiatan operasional, serta pengembangan usaha perseroan. Besarnya nilai transaksi membuat kedua akuisisi tersebut masuk kategori transaksi material berdasarkan POJK 17/2020. Pasalnya, nilai transaksi melampaui 50% dari ekuitas, total aset, maupun total pendapatan perseroan. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026 yang diaudit KAP Jonnardi Jamaludin, Ardi, Sukimto dan Rekan, nilai akuisisi ADI sebesar Rp 1,2 triliun setara dengan 95,73% dari total ekuitas DMS Propertindo yang mencapai Rp 1,25 triliun.
Baca Juga: Saham BBCA, ELSA, hingga KOTA Jadi Pilihan BRI Danareksa Perdagangan Hari Ini (8/7) Sementara itu, nilai akuisisi MGP sebesar Rp 3,2 triliun bahkan setara dengan 255,27% dari total ekuitas. Dari sisi aset, ADI memiliki total aset Rp 1,55 triliun atau sekitar 80,98% dari total aset DMS Propertindo. Sedangkan total aset MGP mencapai Rp 3,51 triliun, setara 183,57% dari total aset perseroan. Aksi korporasi tersebut berpotensi mengubah skala neraca DMS Propertindo secara signifikan. Setelah transaksi, total aset konsolidasian KOTA diperkirakan melonjak dari Rp 1,91 triliun menjadi Rp 7,46 triliun. Pada saat yang sama, total liabilitas diproyeksikan meningkat dari Rp 661,1 miliar menjadi Rp 893,5 miliar. Sementara total ekuitas diperkirakan melesat dari Rp 1,25 triliun menjadi Rp 6,14 triliun. Lonjakan tersebut terutama mencerminkan masuknya aset kedua perusahaan yang diakuisisi ke dalam laporan keuangan konsolidasian DMS Propertindo. Di balik akuisisi jumbo tersebut, DMS Propertindo membidik aset lahan dengan skala besar. ADI dan MGP memiliki total land bank sekitar 571 hektare yang tersebar di Surabaya dan Maja. Melalui ADI, perseroan akan mendapatkan akses terhadap lahan sekitar 23 hektare di Surabaya. Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan mixed-use, industri ringan, maupun properti premium. Pengembangan lahan tersebut dapat mencakup apartemen, pusat perdagangan, hotel, perkantoran hingga fasilitas logistik.
Baca Juga: DMS Propertindo (KOTA) Siapkan Groundbreaking Sejumlah Proyek pada 2026 Sementara itu, melalui MGP, DMS Propertindo akan memperoleh lahan sekitar 548 hektare di Maja. Dengan luasan tersebut, lahan memiliki potensi pengembangan dalam skala lebih besar, mulai dari kota mandiri, kawasan industri dan logistik, pergudangan hingga hunian. Dengan demikian, ekspansi yang disiapkan melalui PMHMETD I bukan sekadar memperbesar neraca, tetapi juga diarahkan untuk mengubah basis bisnis perseroan melalui penguasaan land bank strategis. Untuk merealisasikan transaksi tersebut, perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) saham Art Design Indonesia dan Mandirinusa Graha telah ditandatangani antara PT Michel Energi dan DMS Propertindo pada 24 Agustus 2026.
Penyelesaian transaksi akan dilakukan paling lambat dua hari kerja setelah seluruh persyaratan pendahuluan terpenuhi. Persyaratan tersebut antara lain memperoleh persetujuan OJK atas PMHMETD I, persetujuan RUPS, serta penyelesaian pengumuman korporasi yang dipersyaratkan. Hingga Rabu (2/9/2026) harga saham KOTA naik 3,64% di level Rp 228 per saham. Dalam lima hari saham KOTA naik 60,56%. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News