Saham Dua Bank Ini Menghijau Saat IHSG Anjlok, Naik hingga 20% Sehari



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah tengah penurunan harga di pasar keuangan Indonesia ekstrem akibat sentimen penurunan klasifikasi oleh MSCI, saham PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) dan PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) justru terpantau melejit. 

Di akhir perdagangan Senin (19/10/2026), BSWD terpantau naik harga hingga 20% menjadi Rp 6.750. Secara kumulatif sejak awal tahun, posisi harga ini menunjukkan kenaikan harga hingga 694,12%. Tak pelak, posisi ini menjadi titik harga tertinggi sepanjang masa. 

Nasib BSIM juga tak jauh berbeda, harganya naik 24,83% menjadi Rp 930. Jika ditarik sejak awal tahun, posisi harga saat ini mencerminkan kenaikan 8,14%. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, posisi harga ini juga masih mencerminkan kenaikan sebesar 9,41%. 


Baca Juga: Pos Indonesia Gagal Bayar, Begini Dampaknya ke BUMN Danantara Menurut Fitch

Ini menjadi fenomena menarik sebab secara umum pasar modal Indonesia tengah lesu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 3,64% dalam sehari ke level 4.996,61. 

Pun di sektor perbankan, bank-bank berkapitalisasi pasar jumbo alias big banks juga kompak melorot, dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun paling dalam hingga 6,86% menjadi Rp 4.820. 

Lalu menyusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 3,79% menjadi Rp 2.540, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 0,34% menjadi Rp 2.960, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 0,88% menjadi Rp 3.360. 

BSWD Tegaskan Tak Ada Aksi Korporasi 

Baru dua minggu lalu saham BSWD memang masuk pantauan Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham bank asing ini dikenakan suspensi pada 30 September 2026 sebelum kemudian dibuka kembali pada 15 Oktober 2026. 

Suspensi itu menyusul pergerakan harga saham yang memang lejit. Direktur Utama Bank of India Indonesia KSB Chandramouli merespons hal ini dengan menegaskan bahwa tak ada informasi atau fakta material baru yang dapat memengaruhi nilai efek maupun keputusan investasi pemodal. 

Pun, ia menegaskan pihaknya belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat. “Termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa,” tulisnya dalam keterbukaan informasi pada 1 Oktober 2026. 

Baca Juga: Menanti RDG BI, Intip Sentimen dan Proyeksi Rupiah Selasa (20/10)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News