Saham Emiten BUMN Masih Menarik di Tengah Koreksi Pasar, Cek Saham Jagoan Analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham emiten BUMN masih jadi incaran investor di tengah koreksi tajam pasar saham. Sejak awal 2026, indeks IDX BUMN20 hanya turun 0,91% year to date (YTD), jauh lebih stabil dibandingkan IHSG yang merosot 13,95% YTD.

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menekankan, kenaikan saham BUMN didorong ekspektasi dividen besar dan pertumbuhan laba sektor perbankan.

Penggerak utama antara lain BMRI, BBRI, BBNI, dan TLKM.


Sementara itu, Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, menyebut performa IDX BUMN20 juga didukung saham berbasis komoditas dan perbankan daerah. 

Baca Juga: Saham Komoditas Memacu Kinerja IDX BUMN20

Motor penggerak termasuk ELSA, PTBA, ANTM, PGAS, BBTN, BJTM, dan BJBR. “Penguatan harga energi dan stabilnya kinerja perbankan regional menopang indeks,” jelasnya.

Menurut Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas, saham BUMN berbasis komoditas seperti minyak, gas, dan emas punya kinerja positif karena valuasi menarik. 

"Beberapa bank besar juga mengalami penurunan harga, sehingga valuasinya makin murah," tambahnya.

Wafi memperkirakan IDX BUMN20 berpotensi menguat terbatas tahun ini, didukung valuasi diskon dan kemungkinan penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada semester II. 

Tantangan utama berasal dari volatilitas Rupiah, ketegangan geopolitik, dan arus keluar modal asing.

Sektor favorit tetap perbankan dan komunikasi, dengan katalis pertumbuhan kredit stabil dan resiliensi konsumsi domestik. Risiko datang dari tingginya cost of funds (CoF) akibat suku bunga tinggi serta tekanan daya beli menengah-bawah.

Baca Juga: Menengok Kinerja Emiten Grup Sinarmas di Sisa Tahun 2025

Wafi merekomendasikan buy saham BMRI, BBRI, BBNI, dan TLKM, dengan target harga masing-masing Rp 7.000, Rp 5.800, Rp 5.500, dan Rp 3.800 per saham.

Sukarno menambahkan, potensi rebound saham perbankan dengan bobot besar, ditambah dividen tinggi, menjadi katalis utama menjaga tren indeks. Di sektor energi, volatilitas harga komoditas tetap jadi faktor risiko, tetapi saham blue chip masih dipandang prospektif.

Rekomendasi Sukarno buy saham JSMR dan TLKM  dengan target Harga masing-masing Rp 3.850 dan Rp 4.000, trading buy saham PTBA dengan target Rp 3.150. 

Nico menambahkan saham berbasis komoditas seperti ANTM berpeluang menguat seiring kenaikan harga komoditas. 

Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham Emiten Emas di Tengah Koreksi Harga

Ia merekomendasikan beli untuk ANTM, BBRI, BBNI, BMRI, BRIS, dan JSMR, dengan target harga masing-masing Rp 4.940, Rp 4.450, Rp 5.035, Rp 5.860, Rp 3.150, dan Rp 4.680 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: