Saham Energi Melonjak: Cermati Peluang Cuan Saat Harga Minyak Meroket!



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent melonjak lebih dari 7% akibat konflik Timur Tengah. Saham energi seperti MEDC, ENRG, hingga PTBA ikut meroket. Apakah masih layak beli atau rawan koreksi? Simak analisis dan rekomendasinya.

Harga saham sektor energi di Bursa Efek Indonesia (BEI) melonjak signifikan pada perdagangan Senin, 2 Maret 2026. Kenaikan ini sejalan dengan reli harga minyak mentah dunia yang terdongkrak konflik militer di Timur Tengah dan berpotensi mengganggu pasokan energi global.

Mengutip Trading Economics, harga minyak mentah dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak 7,37% ke level US$ 71,96 per barel pada Senin (2/3) pukul 17.55 WIB. Sementara itu, harga minyak Brent menguat 7,49% ke level US$ 78,33 per barel.


Harga gas dunia juga naik 4,35% ke posisi US$ 2,98 per MMBTU. Di sisi lain, harga batubara dunia terkoreksi tipis 0,55% ke level US$ 118,50 per ton.

Baca Juga: Masih Imbas Perang Timur Tengah, IHSG Diproyeksikan Kembali Terkoreksi Besok (3/3)

Saham Energi yang Melejit

Lonjakan harga komoditas minyak dan gas langsung tercermin pada saham-saham energi domestik. Berikut daftar saham energi yang melonjak signifikan:

- PT Medco Energi International Tbk (MEDC) naik 15,56% ke Rp 1.995 - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melesat 25% ke Rp 2.200 - PT Elnusa Tbk (ELSA) menguat 17,65% ke Rp 1.000 - PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) melonjak 25% ke Rp 310 - PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) naik 24,04% ke Rp 258

Meski harga batubara dunia terkoreksi, saham subsektor ini tetap menghijau:

- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 5,77% ke Rp 2.750 - PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 7,03% ke Rp 9.900 - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menguat 3,18% ke Rp 23.500 - PT Indika Energy Tbk (INDY) melonjak 15,53% ke Rp 4.240

Baca Juga: Kinerja Emiten CPO Grup Salim Kuat, Simak Rekomendasi Sahamnya

Apa Pemicu Lonjakan?

Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menjelaskan, kenaikan tajam saham energi didorong ekspektasi lonjakan harga minyak, gas, dan batubara akibat konflik bersenjata di Timur Tengah.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan earnings per share (EPS) emiten energi dalam jangka pendek. Secara valuasi, saham sektor energi dinilai masih relatif wajar dan menyisakan potensi upside, meski volatilitas dan risk premium perlu dicermati.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menambahkan, ketika harga komoditas energi membara, emiten berpeluang menikmati kenaikan average selling price (ASP) serta laba bersih, selama mampu menjaga volume produksi dan efisiensi biaya.

Namun, risiko tetap ada. Jika ketegangan geopolitik mereda dan distribusi energi global kembali normal, harga minyak berpotensi terkoreksi. Hal ini dapat memicu aksi profit taking pada saham energi yang sudah reli tajam.

Tonton: PERANG MELUAS! 3 Kapal Diserang di Selat Hormuz, Iran Klaim Tanker Tenggelam

Masih Layak Beli atau Jual?

Secara teknikal, minyak dunia berpotensi breakout dari downtrend channel dengan target teoritis hingga US$ 92 per barel. Namun pasar umumnya telah mengantisipasi risiko geopolitik, sehingga kenaikan lanjutan bisa lebih terbatas.

Strategi yang disarankan analis:

- Entry on weakness - Trading range dengan target harga dan stop loss ketat - Disiplin manajemen risiko

Beberapa saham yang dapat dicermati: - MEDC target Rp 2.000 - AADI target Rp 10.000 - ADRO target Rp 2.500

Sementara itu, saham yang direkomendasikan maintain buy antara lain AKRA, RATU, ADMR, ADRO, INDY, dan PTBA.

Baca Juga: Harga Emas Antam Meroket! Ini Peluang Keuntungan Investor pada 2026

Fokus pada Fundamental 2026

Secara fundamental, emiten migas dengan cadangan besar, kontrak jangka panjang, serta biaya produksi rendah dinilai lebih tahan terhadap volatilitas harga energi.

Begitu pula emiten batubara yang efisien dan memiliki akses ekspor kuat berpeluang memaksimalkan momentum harga.

Investor disarankan tidak hanya terpaku pada sentimen jangka pendek, melainkan memperhatikan kombinasi cadangan, efisiensi biaya, serta kontrak penjualan dalam menilai potensi kinerja tahunan.

Kesimpulannya, saham energi masih menarik dikoleksi, tetapi momentum rally cepat membuka ruang koreksi. Strategi disiplin dan selektif menjadi kunci di tengah volatilitas tinggi sektor ini.  

IAEA Gelar Rapat Darurat: US & Israel Serang Iran, Apa Dampaknya bagi Keamanan Nuklir Dunia
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: