KONTAN.CO.ID - Sentimen negatif menghantam pergerakan saham perusahaan kilang minyak asal Amerika Serikat (AS), HF Sinclair, pada perdagangan Rabu waktu setempat. Kabar mengenai keputusan CEO Tim Go untuk mengundurkan diri sementara memicu kekhawatiran pasar meskipun kinerja keuangan perusahaan sebenarnya mencatatkan performa solid di atas ekspektasi analis. Melansir laporan dari Reuters, saham perusahaan yang berbasis di Dallas ini anjlok hingga 14% pada perdagangan pagi.
- Tinjauan Internal: Komite audit dewan direksi sedang melakukan penilaian mendalam terhadap prosedur pengungkapan informasi perusahaan.
- Kinerja Keuangan: HF Sinclair membukukan laba penyesuaian sebesar US$1,20 per saham atau sekitar Rp20.340 (kurs Rp16.950) untuk kuartal keempat yang berakhir pada 31 Desember. Angka ini jauh melampaui estimasi analis sebesar 45 sen atau Rp7.627.
- Pernyataan Manajemen: Franklin Myers menegaskan bahwa manajemen tetap meyakini laporan keuangan yang dirilis pada Rabu kemarin sudah tepat dan tidak mengharapkan adanya perubahan data.
- Keputusan Kepemimpinan: Komite tata kelola perusahaan akan menentukan tindakan lebih lanjut mengenai peran Tim Go setelah proses peninjauan selesai dilakukan.
Saham Anjlok, Margin Tetap Positif
Meskipun diterpa isu manajemen, operasional kilang HF Sinclair tetap menunjukkan kekuatan dari sisi margin. Mengutip data Reuters, margin kilang kotor yang disesuaikan naik lebih dari dua kali lipat menjadi US$16,28 atau setara Rp275.946 per barel. Peningkatan ini didorong oleh penguatan margin kilang AS (crack spread 3-2-1) yang rata-rata naik sekitar 45% dibandingkan tahun sebelumnya. Berikut adalah detail operasional perusahaan selama periode kuartal keempat:- Volume Produksi (Throughput): Tercatat naik 2,7% menjadi 620.010 barel per hari.
- Pemanfaatan Kilang (Utilization): Berada di level 82,1% dibandingkan 82,9% pada periode yang sama tahun lalu.
- Perbandingan Industri: Hasil positif ini sejalan dengan rival besar lainnya seperti Valero Energy, Marathon Petroleum, dan Phillips 66 yang juga melaporkan kenaikan margin.