Saham HF Sinclair Anjlok 14% Saat CEO Mengundurkan Diri Sementara



KONTAN.CO.ID -  Sentimen negatif menghantam pergerakan saham perusahaan kilang minyak asal Amerika Serikat (AS), HF Sinclair, pada perdagangan Rabu waktu setempat.

Kabar mengenai keputusan CEO Tim Go untuk mengundurkan diri sementara memicu kekhawatiran pasar meskipun kinerja keuangan perusahaan sebenarnya mencatatkan performa solid di atas ekspektasi analis.

Melansir laporan dari Reuters, saham perusahaan yang berbasis di Dallas ini anjlok hingga 14% pada perdagangan pagi.


Baca Juga: Mark Zuckerberg Tolak Tuduhan Instagram Membidik Anak-anak di Bawah 13 Tahun

Penurunan tajam ini terjadi setelah dewan direksi mengungkapkan adanya tinjauan internal terkait proses keterbukaan informasi perusahaan.

Sebagai langkah antisipasi, Board Chair Franklin Myers telah ditunjuk sebagai interim CEO untuk menjalankan operasional perusahaan.

Berikut adalah rincian fakta dari sumber terkait situasi internal HF Sinclair:

  • Tinjauan Internal: Komite audit dewan direksi sedang melakukan penilaian mendalam terhadap prosedur pengungkapan informasi perusahaan.
  • Kinerja Keuangan: HF Sinclair membukukan laba penyesuaian sebesar US$1,20 per saham atau sekitar Rp20.340 (kurs Rp16.950) untuk kuartal keempat yang berakhir pada 31 Desember. Angka ini jauh melampaui estimasi analis sebesar 45 sen atau Rp7.627.
  • Pernyataan Manajemen: Franklin Myers menegaskan bahwa manajemen tetap meyakini laporan keuangan yang dirilis pada Rabu kemarin sudah tepat dan tidak mengharapkan adanya perubahan data.
  • Keputusan Kepemimpinan: Komite tata kelola perusahaan akan menentukan tindakan lebih lanjut mengenai peran Tim Go setelah proses peninjauan selesai dilakukan.

Saham Anjlok, Margin Tetap Positif

Meskipun diterpa isu manajemen, operasional kilang HF Sinclair tetap menunjukkan kekuatan dari sisi margin.

Mengutip data Reuters, margin kilang kotor yang disesuaikan naik lebih dari dua kali lipat menjadi US$16,28 atau setara Rp275.946 per barel.

Peningkatan ini didorong oleh penguatan margin kilang AS (crack spread 3-2-1) yang rata-rata naik sekitar 45% dibandingkan tahun sebelumnya.

Berikut adalah detail operasional perusahaan selama periode kuartal keempat:

  • Volume Produksi (Throughput): Tercatat naik 2,7% menjadi 620.010 barel per hari.
  • Pemanfaatan Kilang (Utilization): Berada di level 82,1% dibandingkan 82,9% pada periode yang sama tahun lalu.
  • Perbandingan Industri: Hasil positif ini sejalan dengan rival besar lainnya seperti Valero Energy, Marathon Petroleum, dan Phillips 66 yang juga melaporkan kenaikan margin.
Tonton: Strategi Aletra Mengguncang Pasar EV Indonesia

Profil Perusahaan dan Analisis Sektor

HF Sinclair Corporation (DINO) merupakan salah satu pemain hilir minyak independen terbesar di Amerika Serikat.

Perusahaan ini memiliki kapasitas pemurnian yang signifikan dan jaringan logistik yang luas. Secara historis, margin kilang pembuat bahan bakar AS mulai pulih dari level terendah dalam beberapa tahun terakhir pada 2024-2025, setelah sebelumnya mengalami fluktuasi akibat sanksi terhadap Rusia yang memperketat pasokan global.

Bagi investor, langkah CEO yang mengundurkan diri sementara di tengah audit internal sering dianggap sebagai risiko tata kelola (governance).

Meskipun fundamental laba sangat kuat, pasar cenderung melakukan aksi jual terlebih dahulu hingga ada kejelasan mengenai hasil tinjauan proses keterbukaan tersebut.

Manajemen menargetkan untuk menyelesaikan tinjauan ini dalam waktu sesingkat mungkin guna memberikan kepastian bagi para pemegang saham.

Selanjutnya: Jadwal Imsakiyah Subulussalam yang Lengkap Selama Ramadhan 2026, Catat Yuk!

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Subulussalam yang Lengkap Selama Ramadhan 2026, Catat Yuk!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News