Saham Honda Anjlok Lebih dari 6% Jumat (13/2), Usai Proyeksikan Rugi Tahunan Pertama



KONTAN.CO.ID - Saham Honda Motor turun lebih dari 6% dalam perdagangan di Tokyo pada Jumat (13/3/2026).

Penurunan ini terjadi setelah produsen mobil asal Jepang tersebut memperkirakan akan mencatat kerugian tahunan pertama dalam hampir 70 tahun sejak melantai di bursa.

Melansir Reuters pukul 00.40 GMT, saham Honda turun 6,7% ke level 1.352 yen, menjadikannya penurunan terbesar di indeks acuan Nikkei 225.


Baca Juga: Diplomasi Kim Jong Un-Xi Jinping Menguat: Ancaman Baru bagi Dominasi AS?

Jika tren ini bertahan hingga penutupan pasar, maka penurunan tersebut akan menjadi yang terbesar bagi Honda dalam satu hari sejak awal Februari 2025.

Honda, yang merupakan produsen mobil terbesar kedua di Jepang, pada Kamis (12/3) menyatakan akan menanggung biaya restrukturisasi hingga 2,5 triliun yen atau sekitar US$15,7 miliar.

\Beban besar ini terkait dengan langkah perusahaan membatalkan tiga model kendaraan listrik (EV) yang sebelumnya direncanakan diproduksi di Amerika Serikat.

Perusahaan memperkirakan sekitar 1,3 triliun yen dari biaya tersebut akan dicatat pada tahun fiskal berjalan, sementara sekitar 1,2 triliun yen sisanya akan dibukukan pada tahun fiskal berikutnya.

Baca Juga: Indeks Nikkei Anjlok 1,7%, Terseret Konflik Timur Tengah & Lonjakan Harga Minyak

Selain itu, Honda juga menurunkan nilai bisnisnya di China. Di pasar tersebut, Honda menghadapi persaingan ketat dari produsen mobil lokal seperti BYD yang menawarkan kendaraan listrik dengan teknologi perangkat lunak lebih canggih.

Tekanan dari transformasi industri menuju kendaraan listrik serta persaingan di pasar utama seperti China menjadi tantangan besar bagi Honda dalam mempertahankan kinerjanya di tengah perubahan cepat industri otomotif global.