JAKARTA. Saham emiten farmasi BUMN, PT Indofarma Tbk (INAF) masuk radar otoritas bursa, lantaran harganya bergerak di luar kebiasaan. Bursa Efek Indonesia (BEI) pun memasukkan INAF dalam kategori unusual market activity (UMA) sejak Kamis (14/4). Mendekati akhir perdagangan Kamis (14/4), saham INAF bergerak turun 4% ke level Rp 720 per saham. Namun, kemarin, harganya sempat melonjak 5,6% dan ditutup dilevel Rp 750 per saham. Oleh karena itu, BEI saat ini tengah mencermati pola transaski saham emiten pelat merah ini. Kepala Divisi Pengawas Transaksi BEI Irvan Susandy mengatakan, bursa menghimbau investor untuk memperhatikan jawaban INAf atas permintaan komfirmasi Bursa. "Serta mencermati kinerja INAF dan keterbukaan informasinya," katanya dalam keterbukaan BEI hari ini (14/4).
Saham INAF masuk radar bursa
JAKARTA. Saham emiten farmasi BUMN, PT Indofarma Tbk (INAF) masuk radar otoritas bursa, lantaran harganya bergerak di luar kebiasaan. Bursa Efek Indonesia (BEI) pun memasukkan INAF dalam kategori unusual market activity (UMA) sejak Kamis (14/4). Mendekati akhir perdagangan Kamis (14/4), saham INAF bergerak turun 4% ke level Rp 720 per saham. Namun, kemarin, harganya sempat melonjak 5,6% dan ditutup dilevel Rp 750 per saham. Oleh karena itu, BEI saat ini tengah mencermati pola transaski saham emiten pelat merah ini. Kepala Divisi Pengawas Transaksi BEI Irvan Susandy mengatakan, bursa menghimbau investor untuk memperhatikan jawaban INAf atas permintaan komfirmasi Bursa. "Serta mencermati kinerja INAF dan keterbukaan informasinya," katanya dalam keterbukaan BEI hari ini (14/4).