Saham INDY dan NCKL Masuk Indeks LQ45, Simak Rekomendasi Sahamnya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak komposisi Indeks LQ45 yang berlaku efektif mulai 3 Agustus 2026. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) resmi dikeluarkan dari indeks saham unggulan tersebut. 

Kedua saham tersebut digantikan oleh PT Indika Energy Tbk (INDY) serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Lanjutkan Pelemahan, Cek Saham Rekomendasi Analis, Rabu (29/7)


Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi mengatakan, prospek kinerja INDY pada semester II – 2026 terbilang konstruktif. Ia melihat segmen bisnis batubara thermal menjadi mesin arus kas utama yang solid di war premium environment ditambah diversifikasi ke kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dan renewable sebagai long-dated re-rating catalyst. 

“Tapi ini high beta play, ketika harga batubara normalize atau war premium fade, koreksinya bisa tajam,” ujar Wafi kepada Kontan, Selasa (28/7/2026). 

Sementara itu, Wafi menyebut NCKL adalah nama paling challenging dari pendatang baru indeks. Wafi melihat NCKL masuk LQ45 lebih karena likuiditas spike retail daripada fundamental improvement. Harga nikel masih sekitar US$ 16.000 per ton dalam tekanan oversupply struktural yang belum resolved

HPAL battery-grade nickel adalah differentiator, tapi EV demand global lebih lambat daripada ekspektasi mengurangi urgency premium tersebut,” ucap Wafi. 

Terkait rekomendasi saham, Wafi menilai saham INDY lebih menarik daripada saham NCKL. “Target harga masih under review,” kata Wafi.

Baca Juga: Rebalancing Indeks BEI Belum Jadi Katalis Kuat, Analis Soroti Saham Pendatang Baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News