KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai perubahan metodologi penghitungan porsi saham public alias free float di pasar saham domestik menekan indeks harga saham gabungan (IHSG) perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tertekan hingga 7% pada awal perdagangan dan kemudian ditutup pada sesi I perdagangan 7,34% ke level 8.321,22 Tekanan tersebut muncul lantaran MSCI membekukan sementara rebalancing indeks di pasar saham Indonesia, hingga otoritas terkait menemukan menjamin mekanisme
free float di Tanah Air.
Keputusan MSCI ini berlaku efektif segera dan mencakup seluruh perubahan indeks, baik yang berasal dari peninjauan indeks maupun aksi korporasi. Imbas dari kabar tersebut, saham emiten yang terafiliasi dengan para taipan di Tanah Air terkoreksi, bahkan beberapa mencatatkan penurunan lebih dari 10%.
Baca Juga: IHSG Ambruk 7,34% ke 8.321 Sesi I, Top Losers LQ45: DSSA, EXCL & BRPT, Rabu (28/1) Saham milik Keluarga Bakrie misalnya kompak tertekan. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami Auto rejection Bawah (ARB) dengan penurunan 14,53% ke level Rp 294 dan kontraktornya PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga ditutup ARB di sesi I ke level Rp 570. Emiten properti yang berafiliasi dengan kelompok Salim dan Agung Sedayu, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), juga mengalami ARB dengan penurunan 14,89% ke level Rp 9.575. Saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) ARB ke level Rp 6.250. Dari grup Prajogo Pangestu, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) ditutup melemah di sesi I sebesar 14,81%, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) turun 13,76% ke level Rp 1.535, PT Petrosea Tbk (PTRO) mengalami ARB dengan merosot 14,87% ke level Rp 7.300, PT Chandra Daya Investasma Tbk (CDIA) koreksi 14,64% ke level Rp 1.195 serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 14,47% ke level Rp 8.125.
Baca Juga: BEI Kerahkan Upaya Maksimal Pasca IHSG Terjun Bebas Imbas Keputusan MSCI Namun, sejumlah emiten konglomerat lain mengalami penurunan lebih terbatas. Di antaranya saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong terkoreksi 6,17%, serta saham milik Boy Thohir PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang masing-masing terkoreksi 5,24% dan 4,72%.
Sementara saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sempat turun 5,71% ke level Rp.6.600 melakukan perlawanan sehingga pada penutupan sesi I hanya terkoreksi 1,79% di harga Rp 6.875.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News