Saham Krakatau Steel (KRAS) Memerah Usai Pabrik CRC Kebakaran, Pastikan Produksi Aman



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) merosot usai salah satu pabrik terbakar sehingga berpotensi menganggu produksi. Saham KRAS hingga sesi siang pada Jumat (24/7/20260 turun 1,65% di level Rp 238 per saham. Adapun dalam sebulan saham KRAS masih naik 19%.  

Krakatau Steel dalam keterbukaan informasi di BEI pada Kamis (23/7/2026) memastikan pasokan baja lembaran dingin jenis Cold Rolled Coil (CRC) Full Hard untuk kebutuhan industri nasional tetap terjaga meski fasilitas Continuous Tandem Cold Mill (CTCM) pada pabrik Cold Rolling Mill (CRM) mengalami kebakaran.

Plt Corporate Secretary Krakatau Steel Rachman Hidayat dalam keterbukaan informasi di BEI melaporkan insiden ini dikategorikan sebagai keadaan memaksa (force majeure) tersebut terjadi pada Minggu, 19 Juli 2026. Kebakaran menyebabkan hambatan teknis pada operasional fasilitas CTCM yang selama ini memproduksi CRC Full Hard.


Baca Juga: Petrosea (PTRO) Investasi Rp 1,19 Triliun di SINI untuk Perkuat Sektor Pertambangan

Meski demikian, Krakatau Steel menegaskan bahwa tidak seluruh aktivitas produksi di pabrik CRM berhenti. Sejumlah fasilitas utama lainnya masih beroperasi normal sehingga sebagian produk tetap dapat dipasok ke pasar.

Rachman menyebut fasilitas Batch Annealing Furnace (BAF) masih berjalan untuk memproduksi CRC Soft, sementara fasilitas Continuous Pickling Line (CPL) tetap beroperasi menghasilkan Hot Rolled Pickled and Oiled (HRPO).

Untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan CRC Full Hard di pasar domestik, Krakatau Steel telah menyiapkan langkah mitigasi. Perusahaan ini mengaku akan bekerja sama dengan produsen CRC dalam negeri lainnya guna memastikan kebutuhan industri nasional tetap terpenuhi selama proses pemulihan fasilitas yang terdampak kebakaran.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan sekaligus meminimalkan dampak terhadap pelanggan dan sektor industri yang bergantung pada produk CRC Full Hard.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News