KONTAN.CO.ID - Saham perusahaan terkait
cryptocurrency dan blockchain melonjak pada perdagangan Kamis (20/8/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendorong Kongres untuk mengesahkan regulasi yang memberikan kepastian aturan bagi aset digital. Trump menyerukan kepada anggota parlemen untuk mengesahkan versi yang dinilainya adil dari Clarity Act, rancangan undang-undang yang didukung industri kripto tetapi masih tertahan di Senat.
Baca Juga: The Fed Pilih Bersabar, Daly: Belum Ada Bukti Perlu Ubah Suku Bunga Komentar Trump tersebut disampaikan setelah pertemuan Gedung Putih dengan sejumlah eksekutif industri kripto. Trump selama ini dikenal sebagai pendukung cryptocurrency dan berjanji menjadikan AS sebagai "ibu kota kripto dunia". "Komentar Trump kemarin secara bertahap memberikan sentimen positif karena menunjukkan Gedung Putih memberikan tekanan lebih langsung kepada Kongres agar legislasi tersebut segera diselesaikan," ujar analis U.S. Tiger Securities Bo Pei dilansir dari Reuters Kamis (20/8/2026). Jika disahkan, Clarity Act akan menentukan apakah aset cryptocurrency dikategorikan sebagai sekuritas atau komoditas. Aturan tersebut juga akan memperjelas pembagian kewenangan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dalam mengawasi industri kripto. Pelaku industri dan analis menilai kejelasan regulasi diperlukan untuk menciptakan kepastian hukum. Tanpa legislasi yang jelas, aturan industri kripto dinilai rentan berubah mengikuti dinamika politik dan menghadapi gugatan hukum.
Baca Juga: Rusia Gempur Ukraina, 16 Orang Tewas dan Zelenskiy Desak Tambahan Rudal Patriot Bitcoin Tembus US$70.000 Dorongan Trump terhadap Clarity Act turut mengangkat harga sejumlah aset kripto dan saham perusahaan terkait. Harga Bitcoin naik 3,8% dan kembali menembus US$70.000. Meski demikian, Bitcoin masih turun sekitar 18% sepanjang tahun berjalan dan sekitar 43% dari rekor tertingginya yang dicapai pada Oktober. Sementara itu, Ether naik 3,3% ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Kenaikan juga terjadi pada sejumlah saham perusahaan kripto. Coinbase Global menguat 5,7%, sementara Strategy yang dikenal sebagai perusahaan pendukung Bitcoin naik 5,8%. Saham produsen mesin penambangan Bitcoin Canaan melonjak 12,5%. Sementara saham penerbit stablecoin Circle naik 3,8% dan platform perdagangan ritel Robinhood menguat 1%.
Baca Juga: PM Malaysia Perintahkan Penyelidikan Anak Usaha Khazanah Nasional Terhambat Konflik Kepentingan Trump Meski mendapat dukungan dari industri, proses pengesahan Clarity Act masih menghadapi hambatan politik. Sejumlah anggota Partai Demokrat dan beberapa anggota Partai Republik menyatakan tidak akan mendukung rancangan tersebut tanpa ketentuan yang tegas untuk melarang pejabat politik, termasuk Trump, mendapatkan keuntungan dari bisnis kripto milik mereka sendiri.
Trump sebelumnya mengungkapkan keluarganya memperoleh pendapatan lebih dari US$1,4 miliar dari bisnis kripto pada 2025. Menurut Pei, persoalan keuntungan Trump dan keluarganya dari bisnis kripto menjadi faktor penting yang berpotensi mempersulit negosiasi, terutama terkait ketentuan etika dan konflik kepentingan. "Pertanyaan mengenai Trump dan keluarganya yang mendapatkan keuntungan dari bisnis kripto penting dan dapat mempersulit negosiasi, terutama terkait ketentuan etika dan konflik kepentingan," ujar Pei.
Baca Juga: Gianni Infantino Terancam Digulingkan, UEFA hingga AFC Siapkan Mosi Tidak Percaya