Saham Mahaka Radio (MARI) kena suspensi, ini penjelasan manajemen



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) menyelenggarakan klarifikasi terhadap aktifitas perdagangan saham yang tidak biasa hari ini, Selasa (16/3).

Presiden Direktur Mahaka Radio Integra, Adrian Syarkawi, memaparkan, hal ini membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham milik PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) di pasar reguler dan pasar tunai.

Selama seminggu MARI menguat 9,40%, sementara sebulan saham emiten yang dikuasai PT Beyond Media ini sudah melesat 124,56%. Ini adalah kali kedua saham MARI disuspensi dalam dua minggu terakhir. Sebelumnya, BEI menyuspensi MARI pada 26 Februari 2021-1 Maret 2021.


Adrian menilai, salah satu faktor pergerakan saham adalah pergerakan dari pasar bukan sisi Perseroan walaupun sempat terjadi aksi korporasi di anak usaha.

"Pada 10 Maret kemarin, terjadi lagi peningkatan harga saham yang cukup signifikan pada saham kami, Bursa mengeluarkan pengumuman untuk melakukan penghentian kembali sementara perdagangan saham di pasar reguler dan pasar dan pasar tunai mulai dari sesi perdagangan 12 Maret sampai pengumuman lebih lanjut," ujar Adrian dalam Public Expose MARI, Selasa (16/3).

Baca Juga: Kembangkan platform Noice, begini target bisnis Mahaka Radio (MARI) tahun ini

Sebagai informasi, pada 25 Februari 2021, Bursa mengumumkan terjadi peningkatan harga yang kumulatif pada saham MARI sehingga dalam rangka cooling down Bursa melakukan penghentian sementara perdagangan saham MARI pada 26 Februari atau kali pertama saham MARI disuspensi. Kemudian, Bursa membuka kembali perdagangan saham MARI pada 1 Maret 2021.

Adrian melanjutkan, MARI memegang saham PT Mahaka Digital Inovasi (MDI) 70% saham dan 20% dimiliki Quatro terdiri atas 4 label besar Musica, Aquarius, Trinity dan MyMusic. Adapun MDI ini juga menaungi PT Mahaka Radio Digital yang menjalankan digital apps yang dimiliki Perseroan, yakni NOICE.

Dengan aksi korporasi tersebut, kepemilikan saham MARI atas Noice akan berkurang menjadi sekitar 61%. Hingga saat ini, kepemilikan perusahaan yang menaungi Gen FM, Jak FM, Hot FM, Kis FM, Mustang FM, Prambors, Delta FM, Female Radio, dan Most Radio ini masih sebesar 75%. Sedangkan 25% sisanya merupakan porsi Kinesys dan Alpha JWC.

Kinesys sendiri cukup berpengalaman dalam memberikan pendanaan startup yang baru lahir sehingga menjadi besar. Sedang Alpha JWC merupakan salah satu investor Kopi Kenangan dan aplikasi Kredivo.

Sementara itu, JWC Ventures dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga US$ 20 juta atau senilai Rp 282 miliar (kurs Rp 14.100/US$) untuk mendanai segmen konten radio digital milik Mahaka Radio Integra.

Baca Juga: Kurangi kerugian, Mahaka Media (ABBA) fokus efisiensi pembiayaan tahun ini

Adrian menjelaskan, NOICE akan dibesarkan secara konsep digital, maka pihaknya mengundang partner. Saat ini, pihaknya telah melalui masa persetujuan dengan beberapa partner. Hal inilah yang diasumsikan, menjadi penyebab terjadinya pergerakan saham di pasar.

"Sebenarnya ada dua investor lagi tapi yang satu belum bisa diumumkan karena masih menunggu secara legal. MDI ini lah yang memiliki PT Mahaka Radio Digital yang menjalankan NOICE sebagai digital apps di bawah MARI," tutup dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto