Saham Masih Turun, Bonus Buat CEO Starbucks Merosot Hingga Tinggal Sepertiga



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Bonus dan tantiem yang diterima CEO Starbucks Corp Brian Niccol merosot tajam di 2025. Di tahun fiskal tersebut, total kompensasi yang diterima Niccol mencapai US$ 31 juta.

Bloomberg melaporkan, mengutip keterbukaan informasi Starbucks, Senin (26/1/2026) waktu setempat, pendapatan dan reward bagi Niccol di 2025 termasuk bonus senilai US$ 5 juta, plus penghargaan saham senilai hampir US$ 20 juta.  

Reward saham tersebut sebagian akan didasarkan pada kinerja perusahaan. Paket gaji Niccol untuk tahun fiskal tersebut dibatasi oleh penurunan saham, yang menyebabkan dia kehilangan kompensasi berbasis kinerja.


Baca Juga: Laba Industri China Naik pada 2025, Pertama dalam Empat Tahun

Pada tahun fiskal 2024, kompensasi bagi Niccol mencapai US$ 96 juta, termasuk penghargaan saham lebih dari US$ 90 juta. Kompensasi tersebut juga bagian dari paket untuk membujuknya pindah dari Chipotle Mexican Grill Inc.

Niccol mengambil alih kepemimpinan Starbucks pada September 2024. Di tahun fiskal tersebut, ia menjadi salah satu eksekutif di Amerika Serikat (AS) yang menerima paket tantiem terbesar.

Niccol berupaya mendorong kembali pertumbuhan kinerja di perusahaan pengelola jaringan kedai kopi tersebut, yang memiliki puluhan ribu gerai di 80 negara. Strategi Niccol, yakni program Back to Starbucks, memang mulai menunjukkan hasil. Tetapi ia belum sepenuhnya meyakinkan investor.

Baca Juga: Lingkaran Presiden AS Geger: Donald Trump Bahas Kematian & Warisan

Rencana pemulihan sejauh ini bertujuan untuk meningkatkan layanan pelanggan, mengurangi kompleksitas menu, dan membuat kafe lebih menarik dengan pencahayaan dan tempat duduk yang lebih lembut.

Saham Starbucks merosot 7,7% pada 2025 lalu. Dus, saham penjaja kopi asal Seattle ini sudah turun empat tahun berturut-turut.

Kuartal lalu, perusahaan mencatatkan pertumbuhan penjualan yang positif untuk pertama kalinya dalam satu setengah tahun, didorong oleh kinerja yang kuat dalam operasi internasionalnya.

Baca Juga: Saham ASII Dicap Masih Undervalued, JP Morgan Hingga Blackrock Rajin Akumulasi

Starbucks dijadwalkan mengumumkan kinerja keuangan kuartal pertama pada Rabu (28/1/2026). Di hari berikutnya, akan ada paparan publik. Pasar berharap manajemen akan mempublikasikan target dalam agenda ini.

Selanjutnya: Mata Uang Asia Bergerak Terbatas Selasa (27/1) Pagi, Won Korea Selatan Melemah

Menarik Dibaca: Wajah Mulus: Hindari 4 Bahaya Fatal Memencet Jerawat Sendiri & Tips Mengatasinya