Saham Menghuni FCA Ikut Melonjak di Tengah Kenaikan IHSG, Ini Katalis Pendorongnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan mengalami koreksi di awal pekan. Namun secara tren jangka panjang, IHSG masih punya peluang untuk lanjut menguat dan bergerak di atas level 9.000.

Pada akhir perdagangan Kamis (15/1/2026), IHSG menguat 0,47% ke level 9.075,41. Dalam sepekan terakhir, investor asing mencatatkan beli bersih alias net buy sebesar Rp 4,46 triliun di seluruh pasar.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisory Ekky Topan mencermati penguatan IHSG hingga menembus level psikologis baru di 9.000 lebih banyak didorong oleh kombinasi likuiditas yang besar dan rotasi sektor, bukan satu sentimen makro tunggal.


“Likuiditas domestik baik ritel maupun institusi masih kuat, sementara arah kebijakan juga dipersepsikan tetap mendukung pertumbuhan alias pro growth,” katanya kepada Kontan akhir pekan lalu.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat Terbatas pada Senin (19/1), Ini Rekomendasi Analis

Menurutnya, di fase seperti ini pelaku pasar dan investor tengah berada di tahap mengoleksi saham-saham, yakni melakukan rotasi ke saham-saham yang sebelumnya tertinggal atau valuasinya masih murah.

Hal ini terlihat dari mulai bergeraknya kembali saham-saham tertentu, termasuk saham grup konglomerasi seperti Bakrie dan saham yang sebelumnya masuk pemantauan khusus atau Full Call Action (FCA).

Misalnya, saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) yang melesat 100% secara year to date (ytd) hingga perdagangan Kamis (15/1). Saham PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) juga melonjak 97,56% secara year to date.

Saham Grup Bakrie lainnya yang terpantau melonjak ada PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) yang masing-masing melesat 84,25%, 76,47%, dan 68,75% sepanjang 2026 berjalan ini.

Ekky menilai pergerakan itu mencerminkan dinamika sentimen dan supply-demand, bukan perubahan fundamental. Namun, IHSG tidak hanya ditopang saham spekulatif, big caps dan LQ45 tetap menjadi jangkar indeks, menandakan arus dana masih berada di pasar.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat Terbatas pada Senin (19/1), Ini Proyeksi Analis

“Dengan IHSG sudah di atas 9.000, pergerakan pasar kemungkinan lebih selektif dan volatil. Reli masih berpeluang berlanjut, tetapi tidak merata, dengan risiko koreksi jangka pendek pada saham yang naik terlalu cepat,” ucapnya.

Untuk pekan ini, pelaku pasar dan investor menantikan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan diselenggarakan pada 20–21 Januari 2025. Dalam RDG perdana di 2026, pasar berekspektasi BI masih akan menahan suku bunga acuan.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai walaupun spread antara The Fed Funds Rate dengan BI Rate semakin lebar, peluang pemangkasan BI Rate mungkin akan kecil.

Selain rupiah yang melemah, lanjut Nico, saat ini situasi dan kondisi juga masih naik turun. Terutama dari tensi geopolitik yang terjadi, seperti sikap Amerika Serikat terhadap Venezuela yang mengkhawatirkan pelaku pasar dan investor global.

“Fundamental Indonesia memang sedang baik, meskipun defisit melebar. Fokus utamanya adalah akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan stabilitas situasi dan kondisi yang ada,” jelasnya.

Baca Juga: Menanti Data Inflasi AS dan BI Rate, IHSG Bergerak Konsolidasi Senin (19/1)

Head of Research and Education Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menimpali pekan ini juga akan ada rilis data pertumbuhan kredit Desember 2025, yang diproyeksikan melambat menjadi 7,6% YoY dari 7,74% YoY.

“IHSG rawan profit taking di awal pekan pasca libur panjang, waspada potensi statement Presiden AS Donald Trump atau perkembangan situasi geopolitik selama periode libur tersebut,” kata dia.

Valdy menyebut IHSG berpotensi terkoreksi ke kisaran 9.025–9.050 di awal pekan ini, tetapi secara tren, IHSG masih berpotensi lanjutkan penguatan ke 9.150–9.180. Sementara Nico memproyeksikan IHSG akan bergerak di rentang 8.840–9.100.

Selanjutnya: Bank Raya Beberkan Capaian Aksi Buyback, Segini Realisasinya

Menarik Dibaca: 10 Manfaat Konsumsi Tape Singkong untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News