KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara terhadap satu saham, PT MNC Digital Entertainment Tbk (
MSIN), mulai sesi I perdagangan, Senin (13/4/2026). BEI mensuspensi saham tersebut lantaran terjadi peningkatan harga saham kumulatif secara signifikan. Pada penutupan perdagangan Jumat (10/4), saham MSIN tercatat menguat 11,39% ke level Rp 1.320 per saham, dan melesat hingga 166,13% dalam sebulan terakhir. Secara year to date (ytd), saham ini bahkan telah melesat hingga 214,29%.
Baca Juga: Pangsa Pasar Otomotif Astra (ASII) Tergerus di Awal Tahun 2026, Ini Penyebabnya Menanggapi hal ini, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai penguatan harga saham MSIN yang sangat tinggi membuat kondisi teknikalnya saat ini berada di area jenuh beli (
overbought). Oleh karena itu, ia menyarankan investor untuk mulai melakukan aksi ambil untung. “MSIN boleh
sell on strength. Kenaikan harga yang sudah sangat signifikan ini membuat saham berada di area
overbought, sehingga wajar jika muncul aksi
profit taking,” ujar Nafan kepada Kontan, Senin (13/4/2026). Dari sisi fundamental, Nafan mengakui bahwa MSIN memiliki prospek bisnis yang cukup menarik. Perusahaan ini memiliki lini usaha yang beragam, mulai dari media sosial,
gaming, hingga portal berita yang dapat dimonetisasi. Selain itu, ekspansi melalui
platform layanan
streaming (OTT) seperti Vision+ juga membuka peluang tambahan pendapatan, terutama dari sisi iklan serta pertumbuhan jumlah pelanggan berbayar. Namun demikian, menurut Nafan, tingginya valuasi menjadi faktor yang perlu dicermati investor. Ia menilai rasio
price to earnings (PER) dan
price to book value (PBV) saham MSIN saat ini sudah berada pada level yang relatif mahal.
Baca Juga: Minta Restu RUPS, Sinergi Inti Andalan (INET) Investasi di Sarana Global Indonesia “Secara valuasi, PER dan PBV-nya sudah cukup tinggi. Ini yang perlu menjadi perhatian investor sebelum masuk,” jelasnya. Di samping itu, investor juga diingatkan untuk mencermati dinamika saham yang masuk dalam kategori
high shareholding concentration, yang berpotensi meningkatkan volatilitas pergerakan harga. Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan valuasi tersebut, Nafan belum memberikan rekomendasi beli untuk saat ini. Ia lebih menyarankan strategi
sell on strength bagi investor yang sudah memiliki saham MSIN. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News