Saham Multi Agro kelebihan 2 - 3 kali



JAKARTA. Bisnis perkebunan yang masih lesu tidak menyurutkan minat investor pada saham perdana di bidang ini. Contohnya, dalam penawaran saham PT Multi Agro Gemilang Plantation. Harga penawaran saham Multi Agro masih di kisaran harga saat penawaran awal (bookbuilding) yaitu di Rp 110 per saham.

Saat bookbuilding, Multi Agro menawarkan harga Rp 100 - Rp 120 per saham. Masa bookbuilding Multi Agro berakhir 18 Desember 2012. Perusahaan ini telah mendapatkan pernyataan efektif pada 28 Desember 2012. Kamis ini (3/1), Multi Agro akan memulai masa penawaran. Masa penjatahan pada 11 Januari dan pencatatan saham pada 16 Januari.

Multi Agro dalam initial public offering (IPO) menawarkan 44,44% atau empat miliar saham. Artinya Multi Agro bisa meraup dana Rp 440 miliar dari IPO. Yandi S Gondoprawiro, Direktur PT Brent Securities mengklaim, permintaan saham Multi Agro cukup besar. Brent Securities adalah salah satu penjamin emisi pelaksana IPO Multi Agro. "Kelebihan permintaan dua-tiga kali," ujar dia, Rabu (2/1).


Yandi menambahkan, pembeli saham Multi Agro rata-rata investor lokal, meski ada juga fund manager asing. Selain, Brent Securities, PT Valbury Asia Securities juga menjadi penjamin pelaksana IPO, plus 20 penjamin emisi efek lainnya (lihat tabel).

Multi Agro akan mengalokasikan dana hasil IPO untuk beberapa kebutuhan. Pertama, sebanyak 48,10% atau sekitar Rp 200 miliar untuk melunasi utang ke Bank Panin. Kedua, sekitar 24,05% untuk menambah penyertaan modal di anak usaha, Boswa Megalopolis. Ketiga, sebanyak 15,83% atau setara Rp 65,8 miliar untuk mengembangkan kebun. Keempat, menambah penyertaan modal di anak usaha, Brent Multi Daya dan Bumi Orion Sawit Subur.

Multi Agro juga memberi pemanis dalam IPO mereka yaitu dengan memberi waran seri I. Ketentuannya, setiap pemegang 10 saham akan mendapat satu waran yang bisa dikonversi pada 16 Juli 2013 - 15 Juli 2016. Satu waran bisa dikonversi menjadi saham Multi Agro di harga Rp 160.

Tak hanya itu, pemegang saham pengendali Multi Agro, PT Santika Griya Persada (SGP) juga terlibat dalam mandatory exchangeable bond alias obligasi wajib tukar. Pembelinya adalah perusahaan Singapura, Spring Field Emerging Market Pte Ltd. 

SGP menerbitkan obligasi wajib tukar Rp 440 miliar. Harga pelaksanaannya Rp 150 per saham. Jumlah saham yang ditukar 31,21% pada 250-365 hari pasca pencatatan saham Multi Agro. SGP juga punya opsi buyback saham di harga Rp 180 pada 260-720 hari pasca listing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Avanty Nurdiana