Saham Ngebut, Intip Prospek RMK Energy (RMKE)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguatan saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) sepanjang 2026 berjalan ini dinilai karena sentimen positif dan prospek bisnisnya. Sepanjang 2026, saham RMKE sudah melesat 32,91%. 

Sentimen positif juga datang dari kebijakan pemerintah daerah Sumatra Selatan terkait penutupan jalur umum angkutan batubara karena RMKE sudah punya infrastruktur hauling road khusus yang terintegrasi langsung dengan jalur logistiknya. 

Dari sisi operasional, RMKE menggunakan moda transportasi kereta api dengan tarif sekitar Rp 806–Rp 922 per ton per kilometer serta kapasitas angkut sekitar 2.800 ton per rangkaian kereta.


Selain itu, lokasi pelabuhan RMKE yang berjarak sekitar 69 nautical mile dari area labuh menjadikannya salah satu pelabuhan dengan jarak tempuh terdekat di kawasan tersebut.

Baca Juga: Pasokan dan Permintaan Global Dorong Harga Tembaga

Di sisi pendanaan, RMKE juga telah menyelesaikan proses bookbuilding Obligasi Berkelanjutan I RMK Energy Tahap II Tahun 2026 dengan nilai emisi sebesar-besarnya Rp 600 miliar yang mengalami oversubscribed

Obligasi ini memperoleh peringkat idA (Single A) dari Pefindo, yang mencerminkan tingkat kelayakan kredit yang kuat. RMKE menawarkan kupon sebesar 7,75% untuk seri B dengan tenor 5 tahun dan kupon 8,25% untuk seri C dengan tenor 7 tahun.

CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menilai tidak hanya sebagai emiten logistik batubara, potensi pertumbuhan bisnis RMKE masih sangat menarik dalam jangka menengah hingga panjang. 

“RMKE berpotensi berkembang menjadi pemain end-to-end di bisnis batubara. Selain infrastruktur logistik yang sudah solid dan terintegrasi, RMKE juga telah memiliki konsesi batubara serta pelabuhan sendiri,” katanya, Jumat (23/1/2026). 

 
RMKE Chart by TradingView

Bernadus bilang aset strategis berupa konsesi batubara peluang ekspansi bisnis yang lebih luas. Selain itu tambang yang akan terkoneksi dengan jalan hauling road RMKE memiliki opsi untuk membeli 50% produksi. 

“Dengan pondasi tersebut, RMKE memiliki additional growth story ke depannya, di luar penambahan kapasitas muat infrastruktur batu bara yang selama ini menjadi kekuatan utama perseroan,” jelas dia.

Menurutnya, kombinasi antara operasional, pendanaan dan potensi pengembangan bisnis terintegrasi menjadikan RMKE berada pada posisi strategis untuk mencatatkan pertumbuhan di tengah penataan ulang ekosistem logistik batubara nasional. 

Selanjutnya: BPR Jatim Ungkap Tantangan Konsolidasi di Tahun 2026

Menarik Dibaca: Bukan Cuma Hantu, 7 Film Horor Thailand Ini Punya Plot Twist Tak Terduga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News