Saham Nike Anjlok, CEO Akui Organisasi Kelelahan Berat



KONTAN.CO.ID - OREGON. Tekanan terhadap Nike Inc. kian nyata. Setelah merilis proyeksi kinerja yang mengecewakan, raksasa apparel olahraga asal Amerika Serikat itu harus melihat sahamnya tersungkur tajam bahkan sempat jatuh hingga 15% ke level terendah sejak 2014.

Di balik tekanan pasar tersebut, Chief Executive Officer Nike Elliott Hill tak menutup-nutupi situasi internal perusahaan. Dalam pertemuan dengan seluruh karyawan, Hill mengakui kelelahan yang mulai dirasakan organisasi setelah berulang kali membahas upaya perbaikan bisnis.

Ia menegaskan, fokus perusahaan kini harus bergeser. Bukan lagi sekadar memperbaiki masalah lama, melainkan mulai mendorong pertumbuhan baru. “Kami ingin kembali menginspirasi dan menikmati proses membangun bisnis,” kira-kira pesan yang ingin ditegaskan Hill seperti yang dilansir Bloomberg (2/4).


Namun, jalan menuju pemulihan tidak mudah. Nike memperkirakan pendapatan akan turun pada kuartal berjalan dan berlanjut hingga sisa tahun ini. Pelemahan pasar di China Raya serta penurunan tajam penjualan Converse menjadi beban utama.

Hill juga menyinggung pentingnya transparansi kepada investor. Ia mengisyaratkan bahwa perusahaan tak bisa lagi menyampaikan narasi yang terlalu optimistis di tengah realitas bisnis yang belum pulih.

Baca Juga: Strategi Nike: PHK 775 Karyawan AS Demi Genjot Profit & Otomatisasi

Sejak mengambil alih kepemimpinan pada Oktober 2024, Hill mencoba mengubah arah strategi dengan mengembalikan fokus Nike ke inti bisnis olahraga serta memperbaiki relasi dengan mitra grosir. Meski demikian, pasar belum sepenuhnya yakin tercermin dari penurunan saham sekitar 45% sejak ia menjabat.

Di sisi lain, Chief Financial Officer Matthew Friend mengingatkan bahwa kondisi keuangan perusahaan masih menuntut kehati-hatian. Ia menilai arah bisnis saat ini masih menunjukkan penurunan, sehingga pengendalian biaya menjadi kunci.

Manajemen pun meminta karyawan lebih selektif dalam membelanjakan anggaran. Langkah ini diakui bisa menimbulkan tekanan internal, tetapi dianggap perlu demi menjaga stabilitas perusahaan.

Ke depan, tantangan Nike bukan hanya memperbaiki kinerja jangka pendek, tetapi juga memulihkan kepercayaan investor. Di tengah persaingan industri yang semakin ketat dan tekanan pasar global, kemampuan perusahaan untuk kembali mencetak pertumbuhan akan menjadi penentu arah pergerakan sahamnya.

Baca Juga: Nike Kehilangan Taji di Pasar China, Apa Penyebab Utamanya?

TAG: